24.8 C
Singkawang
More
    BerandaUncategorizedDua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional...

    Dua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional 2023 Di Jakarta

    Poto: Fery Sape, Lawadi Nusah (Sekum DAD DKI Jakarta) Dan Eet Sjahranie

    Jakarta, detikborneo.com -Hari Musik Nasional Tahun 2023 yang diadakan pada tanggal 9 Maret sama dengan Hari Lahirnya Pencipta Lagu Indonesia Raya, lagu Kebangsaan Indonesia WR. Supratman di selenggarakan meriah di Halaman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat.

    Acara Hari Nasional ini di selenggarakan oleh Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pimpinan Mayjen TNI ({Purn). Hendardi Supandji bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemda DKI Jakarta, Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta dan Semua Komunitas Musik Tradisi dan Modern dari Aceh sampai Papua dari perwakilan KSBN di 20 Provinsi.

    Poto: Pembukaan Hari Musik Nasional oleh Bambang Susetio Ketua MPR RI

    Peringatan Hari Musik Nasional pertama kali dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2013 melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional, ucap Hendardji Soepandji.

    Tema Hari Musik Nasional 2023: “Peringatan Hari Musik Nasional Sebagai Perkuatan Jatidiri dan Kemandirian Bangsa di Tengah Era Global.”

    Pembukaan acara dibuka oleh Bambang Susetio Ketua MPR RI pada pukul 09.00 WIB disambut dengan Seni Budaya Pencak silat Betawi, Tampak hadir dari Forkopimda DKI Jakarta, PJ Gubernur DKI Jakarta berhalangan hadir diganti oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta.

    Bambang Susetio sangat mengapresiasi atas kegiatan Hari Musik Nasional, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Semua Negara membangkitkan semangatnya dengan Memiliki Lagu Kebangsaan termasuk Indonesia karena musik adalah identitas dan jiwa tidak bisa digantikan dengan apapun juga.

    Dengan musik juga bisa efektif mengoyangkan dunia seperti K-Pop Korean demikian halnya dengan Musik Nusantara juga jika dikembangkan dengan baik dapat mempengaruhi Dunia melalui informasi lewat media dan musisi kita sehingga dapat diakui dunia.

    Poto: Penampilan Musik Sape

    Dari pagi hingga malam acara diisi semua atraksi budaya Nusantara, tidak ketinggalan Budaya Musik Sampe asli Dayak memeriahkan acara pada pukul 13.00 dipanggung utama Ferry Sape dari Kalimantan Barat dan Kawan-kawan bersama Team Dewan Adat Dayak DKI Jakarta dari Sanggar Banyuke sukses dalam tampilan performanya tampak Ketua Umum KSBN Hendardji Supandji dan Para Tamu VVIP ikut menari bersama di Halaman Panggung utama iringan lagu Adil Ka’Talino Bacuramin Ka’Saruga Basengat Ka’Jubata yang dibawakan oleh artis Dayak Ibukota Jakarta Nini Magdalena dan Artis Dayak dari Bengkayang Disen Sanggup dapat mengerakan jari jemari tangan dan goyang kaki menari sukacita bersama seperti tarian tradisional Dayak Kanayatn tari Jongan.

    Pada pukul 14.00 WIB acara Talk show dengan sang Maestro Dayak Bidang Musik Sape dan Gitar dilaksanakan di Museum Keramik Kompleks Museum Fatahillah Kota Tua.

    Acar yang di pandu oleh Salomita Christina Lyons wartawan senior Dayak yang hadir menjadi panitia utusan DAD DKI Jakarta menjadikan acara banyak menarik tamu-tamu hadir dan ikut terlibat dalam kegiatan talk show bertanya dan ikut nyanyi bersama serta menari.

    Tamu Talk show yang membahas musik sape dengan Narasumber Ferry Sape atau yang sudah keliling dunia tampil di acara-acara Budaya di banyak Negara.

    Ferry Sape dengan nama asli Ferinandus Lah lahir 45 tahun silam dari suku Dayak Kayan Mendalam di Kapuas Hulu Kalimantan Barat dari hobi bermain Sape hingga mengantarkan menjadi praktisi Musik Sape dengan mempunyai anggota komunitas Sape Borneo 250 pemain Sape.

    Poto: Fery Sape

    Ferry Juga memproduksi dan menjual alat musik sape kepada para pemula yang ingin belajar musik sape maupun propesional pemain Sape Se Borneo.

    Permain team Sape dari Kalimantan Barat 5 orang hadir juga Pemain Sape Wanita dan pemain Sape Cilik Aprilia Selsilanti usia 12 tahun dari Dayak Simpang Kualan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

    Kepiawayan Aprilia yang baru duduk dikelas VI SDN Kualan saat memainkan Sape membuat para pengunjung terpesona dan kagum. Aprilia belajar musik Sape dari usia 8 tahun dari hanya suka lihat Kakak sepupunya memaikan alat petik ini.

    Eet Sjahranie pemain gitar group Band God Bless pimpinan Ahmad Albar dan group band EDANE juga ikut menjadi Narasumber pada talk show ini.

    Poto: Eet dan Group Band God Bless

    Kepiawan Eet Sjahranie yang masih keturunan Dayak Meratus dari Ayah dan Ibu Dayak Ngaju ini mulai mencintai musik sape sejak ikut orang tua Ayah tercinta Abdoel Wahab Sjachranie menjadi Gubernur Kalimantan Timur Tahun 1972-1978.

    Performance pertama Eet memainkan musik sape yang dibawa sendiri berwarna kuning lukisan etnik Dayak berduet bersama Ferry Sape untuk mengiringi lagu Tanah Airku dinyanyikan bersama para peserta workshop menambah merdu dan indahnya lantunan musik sape.

    Performance kedua perpaduan Gitar dan Sape dengan lagi Rumah Kita diiringi lagu oleh Disen Sanggup dan Dewi Lestari.

    Tamunan Kiting, SE, MM Ketua Panitia Acara menyampaikan Bangga dan sangat senang musik sape bisa ditampilkan khusus dan dilakukan workshop khusus membahas tentang Sape dan berharap semua pihak ikut mendukung agar warisan tak benda Sape bisa didaftarkan ke UNESCO PBB sebagai warisan budaya dunia yang wajib dilestarikan, tutup Ketua DAD DKI Jakarta.

    Acara ditutup dengan Poto Narasumber, moderator dan panitia bersama peserta workshop. (Bajare007)

    latest articles

    explore more

    1 KOMENTAR

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini