Home / Pojok Renungan / Refleksi Teologis Terhadap Balis

Refleksi Teologis Terhadap Balis

| Penulis: Dominikus Irpan

Dalam kisah Yesus yang mengusir roh jahat dari seseorang di Gerasa (Mrk.  5:1-20) dan Pencobaan (Yesus dicobai) di padang gurun (Luk. 4:1-13), kita dapat kita melihat ada satu hal yang sama, yakni sama-sama terdapat roh jahat atau Iblis.

Baca juga: Balis dalam Mitologi Dayak Bakati Kalbar

Pertama, Dikisahkan dalam cerita bahwa seorang yang kerasukan roh jahat di Geresa tersebut sudah seperti orang gila saja. Bagaimana tidak, sebab ia sudah tidak lagi mempunyai tempat di dalam keluarganya. “Karena tidak ada lagi orang yang mampu menahannya atau mengikatnya, dan apabila ia dibelenggu pun, belenggu serta rantainya dimusnahkannya. Dan akhirnya ia hanya berkeliaran di bukit-bukit dan di perkuburan sambil berteriak-riak dan memukuli dirinya dengan batu” (Mrk. 5:4-6).

Dan ketika Yesus datang, serta dilihat oleh orang yang kerasukan tersebut barulah roh-roh jahat (Legion= banyak/pasukan) yang ada di dalam tubuhnya meronta-ronta ketakutan. Maka, roh-roh jahat/Iblis itu pun diusir oleh Yesus agar keluar dari orang yang kerasukan tersebut.

Jika dalam cerita pertama Yesus yang mengusir roh jahat dari orang lain, sekarang Ia sendiri yang digoda oleh roh jahat/Iblis. Yesus dicobai di padang gurun ketika Ia sedang berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam.

Dikatakan dalam cerita bahwa di mana, Iblis menggoda Yesus sebanyak tiga kali. Iblis datang menggoda/mencobai Yesus saat di mana Yesus dalam keadaan lapar dan haus, karena sudah empat puluh hari empat puluh malam, Yesus tidak makan dan minum.

Namun demikian, meskipun digoda oleh Iblis, Yesus tetap tidak mau mengikuti bujukan darinya. Dan oleh karena ketaatanNya pada tugas perutusan dari BapaNya, Ia pun menang tidak mau tergoda oleh bujukan dari Iblis itu.

Dari kedua kisah tentang roh jahat atau Iblis ini, bila dikaitkan dengan cerita tentang Balis dari suku Dayak Bakati’ di atas, maka pesan iman yang dapat kita petik ialah “Iblis tidak akan menang melawan orang baik. Memang ia tetap menggoda, namun godaannya akan mental apabila kita lawan dengan hati yang damai dan tenang.”

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari cerita tentang Balis ini, pertama, roh jahat itu menggoda orang-orang yang tidak tenang, mudah marah, tidak taat, mudah tergoda dan bimbang, dan di kala seseorang tengah dalam kesepian ataupun hampir putus harapan. Saat seperti inilah roh jahat atau Iblis datang menggoda kita. Namun apabila kita mempunyai hati dan niat yang tulus,  meskipun kita lemah, dalam harapan kepada Allah, kita dapat melawan godaan dari roh jahat ini.

Kedua, kita juga bisa memahami bahwa, ada dua cara pengusiran terhadap roh jahat/Iblis ini. Pertama-tama, dari luar diri kita, yah kita sebagai manusia lemah, tentunya membutuhan bantuan orang lain seperti halnya dengan seorang yang kerasukan di Gerasa, agar kita dapat bebas dari godaan dan apapun yang bersifat jahat, terlebih berharap pertolongan daripada Tuhan. Kemudian yang kedua ialah, berasal dari dalam diri kita. Kita sebagai orang beriman akan Kristus yang mengalahkan setan/maut, hendaknya memiliki hati yang murni serta iman yang teguh agar tidak takut apalagi tunduk pada bujukan dan godaan dari roh jahat/Iblis. Dan terakhir, hal utama yang harus kita pegang dan percaya ialah bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar selain daripada kuasa Tuhan Allah.

***

Bionarasi

Dominikus Irpan, dilahirkan di Jelayan, Desa Malo Jelayan, 23 Januari 1998. Saat ini sedang menempuh Pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Jawa Timur, sebagai mahasiswa Fakultas Filsafat Keilahian. Bercita-cita menjadi seorang pemerhati budaya Dayak.

About Admin

Check Also

Panci Teflon

| Penulis: Hery Susanto Ibu-ibu yang suka memasak tentu kenal dengan panci teflon yang sangat …

One comment

  1. Josss, Pan. Lanjutkan!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.