Home / Sosok / Thadeus Yus: Teladan Sejak SMA

Thadeus Yus: Teladan Sejak SMA

| Penulis: R. Masri Sareb Putra

Yus, Thadeus dilahirkan di Angan Limau, Kalimantan Barat pada 22 Agustus 1957. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Subsidi Pusat Damai, SMP Yos Sudarso Pusat Damai, dan kemudian SMA-Seminari St. Paulus di Nyarumkop, Singkawang. Sejak SMA sudah aktif di berbagai kegiatan intra maupun ekstra kurikuler.

Tamat SMA, 1979, Yus kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura dan diwisuda sebagai Sarjana Hukum jurusan Tata Negara pada1985. Ia meneruskan studi lanjut (S-2) di School of Public and Environmental Affairs, Indiana University, Bloomington, USA atas beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat melalui United States Agency for International Developent (USAID) . Pada 1990, Yus menuntaskan studi dengan gelar Master of Public Affairs (MPA), yakni Master Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup serta Perbandingan dan Pembangunan Internasional (Comparative and Internasional Affairs).

Mengawali pekerjaan sebagai guru agama katolik di SMPN 1 Pontianak sebagai tenaga voluntir, Yus kemudian bekerja sebagai karyawan PT United Tractors Pontianak, mulai dari status sebagai kasir. Kemudian tenaga administrasi umum, kolektor, countersales untuk spareparts, administrasi di Service Department, dan terakhir sebagai Acting Administration Head (Kepala Bagian Administrasi) yang membidangi masalah administrasi, kepegawaian dan keuangan perusahaan.

Sebagai dosen, Yus mulai mengajar dari tahun 1986 hingga saat ini pada Fakultas Hukum pada program strata 1 (S-1),dan Program Pascasarjana (S-2) yakni Program Magister Ilmu Hukum (MH) dan Magister Manajemen (MM.) Universitas Tanjungpura, Pontianak. Di samping itu, ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi UNTAN untuk mata kuliah Pengantar Hukum Bisnis. Hingga saat ini Pangkatnya Pembina Tk.I Gol. IV/A, dengan Jabatan Lektor Kepala Madya. Di samping mengajar di almamaternya, Yus juga pernah mengajar di perguruan tinggi lain seperti di Akademi Sekretaris dan Manajemen serta Akademi Administrasi Widya Dharma, serta di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) cabang Pontianak, dan di Universitas Terbuka. Di Widya Dharma, ia pernah menjadi Pembantu Direktur III yang membidangi urusan kemahasiswaan.

Perhatiannya pada dunia pendidikan tampak dari berbagai peran. Yus pernah menjabat sebagai Penasehat pada Yayasan Panca Bhakti, dan saat ini Wakil Ketua Yayasan Panca Bhakti, yang menaungi Universitas Panca Bhakti Pontianak. Ia juga Sekretaris Yayasan Dharma Insan Pontianak yang menaungi Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak dan AKPER dan AKBID Dharma Insan Pontianak. Dan sebagai anggota pengurus Yayasan Pendidikan St. Hironimus yang menaungi Akademi Keperawatan Dharma Insan dan Akbid St. Bernadeta.

Baca juga: Ermina Komala Dara: Wanita Ngaju Penemu EKD

Setelah selesai menempuh pendidikan S-2 di Amerika Serikat, sambil mengajar di almamaternya, Yus kerap bekerja sebagai tenaga konsultan dan tenaga ahli paruh waktu (part time) di beberapa lembaga dan proyek kerja sama Luar Negeri seperti di Social Forestry Development Project (SFDP) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Upland Farming System (KUFs) juga di Kabupaten Sanggau yang didanai oleh Pememrintah Jerman/GTZ, Kemudian konsultan paruh waktu di Natural Resources Development Project (NRMP) yang mengelola Taman National Bukit Baka-Bukit Raya dengan dana dari USAID). Tahun 1999-2004 atas seijin kampus, Yus kemudian bekerja sebagai tenaga ahli penuh waktu (full timer) bidang hukum Kehutanan dan Lingkungan Hidup di South and Central Kalimantan Production Forest Project (SCKPFP) di Kalsel dan Kalteng, kemudian sebagai koordiantor program Access To Justice UNDP di Kalimantan Barat.

Dari 2006 hingga 2011, Yus menjadi Provincial Coordinator: EC-Indonesia Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) Support Project di Kalimantan Barat, sebuah proyek kerja sama antara Pemerintah RI c.q Departemen Kehutanan dengan Komisi Eropa yang didanai oleh Uni Eropa yang bertugas mengkoordininasi dan memonitor pelaksanaan program, pengawasan keuangan proyek dan perencanaan kegiatan tahunan proyek. Sejak 2008, Yus dipercaya oleh Kementerian Badan BUMN sebagai komisaris di PT Perkebunan Nusantara XIII hingga 2013.

Selain menjalankan tugas-tugas profesinya, Yus juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan dan bahkan juga politik. Di bidang sosial kemasyarakatan, Yus aktif mengurus lembaga Adat sejak tahun 1994 ketika Majelis Adat Dayak dibentuk mulai dari Sekretaris Jenderal, wakil ketua, hingga kemudian Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalbar periode 2006-2010.

Semasa menjabat sebagai Ketua Umum DAD Kalbar Yus juga turut aktif membangun ikatan persaudaraan dengan Dayak Malaysia, yakni Sarawak dan Sabah di antaranya dengan Sarawak Dayak National Union (SDNU) dan perkumpulan puak Dayak lainnya di Kalimantan.

Di bidang sosial politik, Yus pernah menjadi anggota pengurus AMPI dan KNPI serta pengurus Golongan Karya Kalbar hingga tahun 1999. Ketika Pemilu Legislatif tahun 1997, Yus menjadi salah satu calon anggota DPR RI dari Partai Golkar. Setelah reformasi tahun 1998, Yus memilih meninggalkan panggung politik dan kembali ke kampus. Ia juga pernah aktif di organisasi Perhimpunan mahasiswa Katolik RI (PMKRI) dan Pemuda Katolik dari anggota hingga menjadi penasehat dan pembina. Ia juga tidak lupa meluangkan waktu untuk Gereja sebagai pengurus DPP dan kegiatan keagamaan lainnya di paroki maupun lingkungan.

Selain mengajar, Yus juga banyak melakukan penelitian dan pelatihan-pelatihan baik di dalam maupun di luar negeri. Ia pernah bergabung dengan grup peneliti The Asia-Pacific Common Property Resources bekerjasama dengan Yale University (AS), dan York University (Canada) yang didanai oleh The Rockefeller Brothers Fund. Ia juga pernah diundang sebagai pembicara di United Nation University di Tokyo tentang Conflict Resolution dalam bidang Sumber Daya Alam, dan International Seminar tentang Common Property Resources di Berkeley University AS yang diselenggarakan oleh The International association For the Study of Common Property (IASCAP).

Sejak SMA, Yus banyak menerima tanda penghargaan. Pada 1977, ia menjadi Siswa Teladan Tingkat SLTA Provinsi Kalimantan Barat yang menghantarkannya untuk ikut seleksi di tingkat Nasional. Pada 1992, ia terpilih sebagai Teladan Tingkat Universitas Tanjungpura yang juga menjadi peserta seleksi di tingkat Nasional di Jakarta. Pada 2015, Yus menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI.

Yus adalah tipe pekerja ulet yang selalu menghargai waktu untuk diisi dengan hal-hal yang produktif.

***

Bionarasi

R. Masri Sareb Putra, M.A., dilahirkan di Sanggau, Kalimantan Barat pada 23 Januari 1962. Penulis Senior. Direktur penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD). Pernah bekerja sebagai managing editor dan produksi PT Indeks, Kelompok Gramedia.

Dikenal sebagai etnolog, akademisi, dan penulis yang menerbitkan 109 buku ber-ISBN dan mempublikasikan lebih 4.000 artikel dimuat media nasional dan internasional.

Sejak April 2021, Masri mendarmabaktikan diri menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Institut Teknologi Keling Kumang.

About Admin

Check Also

Brigjen Pol (P).Drs.H Damianus Jackie Mendukung DAD Mempawah Atas Keputusan Sanksi Hukum Adat & Tuntutan Penjara

Brigjen Pol (P).Drs.H Damianus Jackie Mendukung DAD Mempawah Atas Keputusan Sanksi Hukum Adat & Tuntutan Penjara

Brigjen Pol (P).Drs.H Damianus Jackie Mendukung DAD Mempawah Atas Keputusan Sanksi Hukum Adat & Tuntutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.