Home / Pojok Renungan / Stand Up Comedy

Stand Up Comedy

| Penulis: Hery Susanto

Manusia masa kini haus untuk mendapat hiburan lebih daripada kebenaran. Yang penting terhibur dan senang karena penatnya hidup sehari-hari. Ketika jemaat datang ibadah ke gereja, yang dicari adalah khotbah yang memberkati mereka, yang enak di telinga, lucu, terhibur. Kalau memang begitu sebetulnya lebih baik mereka menonton YouTube atau Tiktok, yang lucu-lucu…

Namun Timotius ditugasi untuk tetap menyampaikan kebenaran Injil disaat orang-orang lebih menyukai ‘stand up comedy’.

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Tim 4:3-4).

Nah, bagaimana dengan tugas kita sobat? Banyaknya orang yang tertawa tidak menjamin bahwa apa yang kau sampaikan itu kebenaran. Kebenaran adalah kebenaran. Disampaikan dengan sebagaimana mestinya. Jika itu hal serius ya serius. Jika itu peringatan ya harus disampaikan. Jika itu sindiran buat kita, perbaikilah diri setelah menertawakannya.

Mendengar Firman Tuhan membutuhkan respon atau tanggapan konkrit agar Firman itu menjadikan kita dapat hidup benar dalam Tuhan. Jadikanlah kebenaran Injil sebagai pedoman penyampaian Firman bukan yang lain.

***

Bionarasi

Dr. Hery Susanto, M.Th. dilahirkan di Salatiga, Jawa Tengah pada 21 Januari 1973.

Dosen di STT JKI. Aktif menulis dan berkiprah di bidang teologi dan filsafat.

About Admin

Check Also

Orang Muda Katolik Seia-Sekata

| Penulis: RD. Deodatus Kolek Dua tahun pandemi covid-19 yang memanas menyisakan sepinya kegiatan massal …