Home / Berita / Wisuda SETIA ke-38 Berjalan Lancar Menjadi Wisuda Paling Unik, Ini Pesan Bagi Wisudawan

Wisuda SETIA ke-38 Berjalan Lancar Menjadi Wisuda Paling Unik, Ini Pesan Bagi Wisudawan

Wisuda SETIA ke-38 Berjalan Lancar Menjadi Wisuda Paling Unik, Ini Pesan Bagi Wisudawan - Detik Borneo
Foto, tengah Dr. Matheus Mangentang, M.Th pendiri SETIA, kanan pembaca Paulus A., M.Pd Mahasiswa prestasi

Jakarta, detikborneo.com – Wisuda XXXVIII Sekolah Tinggi Theologia Arastamar (SETIA) berlangsung lancar dan hikmat di Ball Room lt 5  Mall Taman Palem Jakarta barat  pada Jumat 15/7/2022.

Sebanyak 130 orang wisudawan terdiri dari 4 prodi. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hadir dalam acara tersebut Dr. Matheus Mangentang, M.Th , Ketua STT Injili Arastamar Dr.Dyulius Th,Bilo,M.Th, Plt, Dr. Dirjen Bimas Kristen Dr. Sitorus, S.PAK.,M.Si), bapak Hendri Ong, dan para pengurus kampus, serta para orang tua.

Dr. Djulius Dalam sambutannya Ia bersyukur karena sekarang bisa melaksanakan wisuda ini, tidak seperti tahun sebelum nya yang di lakukan dengan virtual karena keadaan pandemi covid-19 yang masih tinggi.

“Terimakasih pada berbagai pihak pendiri SETIA bersama anggota pembina juga terimakasih kepada pemerintah yang berkenan hadir yang di wakili Dirjen Mimas Kristen Dr. Sitorus, S.PAK.,M.Si.

“Semua kami yakin kan SETIA semua mendapatkan ijin dari kementerian agama dan BANPT. Ada 4 prodi yang di wisudakan terdiri dari  Sarjana S. Th, S.Pd,  M. Th, dan M.Pd.  selamat kepada wisudawan, terlebih trimakasih kepada orang tua yang telah percayakan anak nya kepada SETIA, Harapan kita biarlah para wisudawan jadi terang dan garam dimanapun berada.”  

Foto para mahasiswa yang berprestasi mendapat piagam dari kampus

Ada yang unik untuk wisuda yang sekarang, dimana diantaranya ada pasangan  suami istri di wisuda, dan bahkan ada yang usia lanjut.

“Kali ini wisuda ada yang unik, ada pasangan suami istri, ada yang berusia bahkan sudah lanjut dengan usia 77 th”

Sambutan Plt  Dirjen Bimas Kristen Dr. Sitorus, S.PAK.,M.Si memaparkan nilai dan toleransi dalam beragama harus ada nilai kedamaian dalam berbangsa dan kerjasama.

“Agama bembawa nilai kedamaian dalam berbangsa dan bernegara. Kehidupan umat tidak tercapai optimal jika tidak ada langkah maju antar elemen bangsa, bekerja sama antar tokoh dan umat beragama. Toleransi beragama terwujud jika menghormati. Menonjolkan persamaan yang ada dalam agama, memupuk rasa persaudaraan, hindari prinsip radikalisme”

“Toleransi agama akan terwujud jika mengikuti 5 hal ini, diantaranya menghayanti nilai-nilai kebaikan yang berlaku universal, memperkecil perbedaan yang ada diantara agama-agama, menonjolkan persamaan yang ada dalam agama, memupuk rasa persaudaraan, menghidanri sikap radikalisme” ucap Sitorus.

Ia juga mengatakan agama hadir untuk memuliakan harkat dan martabat bukan untuk membunuh karakter kemanusiaan, dan kekerasan.

“Agama sejati nya di hadirkan untuk memuliakan harkat martabat, bukan membunuh kemanusiaan, kekerasan apapun. Untuk dapat hasilkan buah dan berkualitas dalam bekerja tentu tidak hanya kerja keras tapi kerja keras dan kerjasama.”

Mari bangun hubungan yang baik dan inten dengan banyak orang, dengan hubungan yang baik kepada setiap orang kita akan di permudahkan dalam segala hal”. Tutup Sitorus.

Selain itu yayasan SABAS Hendri Ong memaparkan jika pengututusan dan para mahasiswa yang sudah diutus menjangkau jiwa dan melayani yang tak terjangkau.

“Menjangkau yang tak terjangkau melayani yang tak terlayani. Hari ini mereka laksanakan amanat Agung, pergi memberitakan Injil keselamatan. Hari ini adalah yang sangat penting” ucap Hendri.

Sebagai ketua Yayasan SETIA Pdt. Matius Magentang berharap para wisudawan kelaknya jadi pemimpin, melayani yang bawah beri dorongan saling bekerjasama dengan sesama diutus ke daerah dan desa-desa melayani bangsa dan negara.

“Puji Tuhan hari ini Lembaga Pendidikan  SETIA kembali mengadakan wisuda untuk 4 program studi, S, Th, S.Pd, M.Th, dan M. Pd. Suatu moment lembaga SETIA akan mengutus dan mengirim para wisudawan untuk mengedepankan perintah atau amant Agung Tuhan, tidak hanya memberitakan injil tapi untuk  melayani di bangsa dan negara. SETIA berharap para wisudawan boleh menjadi guru-guru rohani juga guru-guru iman,  itulah visi misi SETIA untuk mengutus ke daerah-daerah terpencil, desa-desa karena mencontoh menteladani dari inkarnasi Tuhan Yesus dari surga turun kedunia menjacari dan memilih orang-orang kaum bawah untuk mendidik mengajar jadi sesama.

Tema tahun ini dipilih untuk “Bekerja dan Memberi Buah”, untuk 10-20 th kedepan para wisudawan SETIA Jakarta untuk boleh mengabdi bagi rakyat kecil bahkan jadi pemimpin untuk memberi dorongan motivasi kepada masyarakat kaum kecil, pedalaman untuk betul-betul bekerja untuk mendatangkan kesejahteran dan kebaikan bagi masyarakat sekeliling.

“Hari yang sangat bersejarah bagi kami, saya ini anak kampung dari pedalaman Kalbar, puji Tuhan apa yang selama ini mimpi saya saat mengenyam pendikian setinggi – tingginya dapat terwujud di SETIA ini, Puji Tuhan saya jadi siswa lulusan terbaik” ucap Paulus A,M.Pd.

Foto Paulus A.,M.Pd

Acara di akhir dengan doa penutup oleh Pdt. Dr. Nicodemus Sabudin, MA, M.Th sekaligus mendoakan para wisudawan dalam pembekalan dan sebagai kesiapan pengutusan atau kesiapan untuk melangkah pelayanan kedepannya.(Rd)

About detikborneo

Check Also

Senam Sehat Bersama Dalam Acara Bazar Institut Shanti Bhuana Bengkayang

| Penulis: Betrishandi Titia Aurelly | Editor: Rima Irma Bengkayang, Detikborneo.com – Institut Shanti Bhuana, …