30.2 C
Singkawang
More
    BerandaBeritaUpaya Nyata Pesantren dalam Mewujudkan Kemandirian Umat

    Upaya Nyata Pesantren dalam Mewujudkan Kemandirian Umat

    Jakarta, detikborneo.com – Jika biasanya perayaan milad pondok pesantren digelar pengajian, berbeda dengan pesantren ini yang menggelar seminar nasional dan membentangkan bendera merah putih sepanjang 1000 meter.

    Alih-alih menggelar pengajian, yayasan majelis rajeg berkah pengelola Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa di Rajeg, Tangerang, Banten yang diasuh oleh Gus Nur Rohman justru malah menggelar Seminar Nasional dengan tema “ Akselerasi Peran Strategis Pesantren dalam Mewujudkan Kemandirian Umat ”, pada Sabtu, 09 Desember 2023 pukul 13.00 – 17.00 WIB.

    BACA JUGA : Polres Singkawang Ringkus 3 Pelaku Pencurian Rumah di Gang Gusti Abidin

    “ Dalam milad ke-5 pondok pesantren Technopreneur As-Shofa ini kami mengajak masyarakat untuk berdiskusi dalam seminar. Kita tahu bahwa pesantren itu kuat di dalam pendidikan agama atau religi tapi lemah didalam ekonomi, pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mendidik generasi muda untuk menjadi paham tentang agama tapi juga bertanggung jawab dalam pemberdayaan dan kemandirian masyarakat,” ungkap Gus Nur Rohman.

    Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni Gus Syauqi Ma’ruf Amin selaku Pengasuh Pesantren Annawawi Tanara (Putra Wakil Presiden Ma’ruf Amin), Dr. H. Lukmanul Hakim, M. Si. selaku Staf Khusus Wakil Presiden RI, Ir. Indah Megahwati, MP. selaku Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI. Moderator acara ini Prof. Ir. Supiyat Nasir, BBA

    “ Biasanya pesantren kalau milad mengadakan pengajian, tapi kali ini kita menggelar seminar nasional dan membentangkan bendera merah putih 1000 meter. Kita ingin kecintaan kita terhadap Indonesia ini terus terjaga. Termasuk menjaga pangan kita tetap aman, ” pungkas Gus Nur Rohman selaku pengasuh pp technopreneur as-shofa.

    “ Pesantren menjadi pusat kolaborasi, berkomunikasi, bergerak bersama masyarakat. Kita perlu membangun komunikasi yang baik dan saling menguatkan. Kompetensi dan sdm pesantren sangat berlimpah tapi belum termanfaatkan dengan baik dan sistematis terarah untuk kemajuan bersama,” ujar Gus Shauqi Ma’ruf Amin dalam paparannya.

    Lebih lanjut Gus Shauqi menyampaikan pentingnya untuk saling menguatkan diantara semua unsur masyarakat. Sehingga bisa belajar dari tokoh ulama terdahulu yang berkumpul, bersinergi membangun negeri sehingga menjadi lebih kokoh.

    “ Selamat untuk pondok pesantren technopreneur as-shofa merayakan miladnya ke-5 semoga terus berkembang membawa kemajuan bangsa dan umat,” pungkas Gus Shauqi. (Is/Rd)

    Homepage

     

    latest articles

    explore more

    10 KOMENTAR

    1. Hello there! This article could not be written any better!
      Going through this post reminds me of my previous roommate!
      He always kept talking about this. I most certainly will forward this post to him.
      Fairly certain he’ll have a good read. Thanks for sharing!

    2. Do you have a spam issue on this website; I also am a blogger,
      and I was wondering your situation; many of us have
      developed some nice methods and we are looking to swap strategies with others, be sure
      to shoot me an email if interested.

    3. Hello my family member! I want to say that
      this article is amazing, great written and come with
      almost all significant infos. I would like to look more posts like this .

    4. You actually make it appear so easy along with your presentation however I find this
      matter to be actually one thing which I feel I would never understand.

      It sort of feels too complex and very huge for me. I am looking ahead to your next put up,
      I’ll attempt to get the cling of it!

    5. First off I want to say excellent blog! I had a quick question which
      I’d like to ask if you do not mind. I was curious to find out how you center
      yourself and clear your thoughts before writing. I have had trouble clearing my mind
      in getting my thoughts out there. I do enjoy writing however it just seems
      like the first 10 to 15 minutes tend to be wasted simply just trying to figure out how to begin. Any ideas or hints?
      Kudos!

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini