
Jakarta, detikborneo.com – Melaunching buku saat perayaan Natal bukan hal yang biasa. Perayaan Natal penuh dengan pertunjukan selain khotbah. Persiapannya terkadang berbulan-bulan. Tidak demikian dengan melaunching buku. Tanpa persiapan yang jelimet dalam waktu singkat kelar.
Memberikan kata pengantar secara singkat, latar belakang dan proses kolaborasi dalam hal menuangkan ide dan menulis. Itulah yang dimunculkan saat melaunching buku “Entreprenur ala Pendeta“.
Kali ini Paran Sakiu berkolaborasi dengan Ngadi Utomo. Buku ini dilatar belakangi oleh ketiadaan tunjangan dari sinode dan belum mampunya jemaat lokal mencukupkan kebutuhan pendeta yang memberi diri untuk pelayanan secara full time. Sementara pendetanya memiliki kemampuan dan waktu untuk terjun dalam dunia usaha.
Disamping itu latar belakang lainnya dimana Ngadi Utomo mengampu mata kuliah Entrepreneur di salah satu STT dilingkungan sinode GJKI. Beberapa bulan lalu Paran Sakiu bersama Pdt Samuel melaunching Novel rohani “Air Mata Sang Gembala”.

Melaunching di sela-sela Munas sinode GKRI Mangga Besar. Kali ini diakhir ibadah dan perayaan Natal. Wajar saja di launching karena terkait dengan dunia gereja. Novel :” Air Mata Sang Gembala mengenai pergumulan seorang gembala dalam melayani jemaat dengan segala duka citanya, sedangkan ” Entrepreneur ala Pendeta” lebih kepada memotivasi para pendeta untuk melirik dunia usaha.
Dunia usaha belum banyak disentuh bahkan ada yang sangat apatis dianggap bersifat duniawi. Sekali terjun dalam dunia pelayanan pantang hukumnya mencoba dan menekuni dunia usaha. Tentu kembali ke pola pikir masing-masing. Tetapi tidak ada salahnya para pendeta mulai melirik dunia usaha demi kebaikan dirinya, jemaat dan gereja yang dilayani.
Bukan hendak mengecilkan pemeliharaan Tuhan melainkan memaksimalkan apa yang Tuhan sudah berikan. Entrepreneur ala pendeta ide awal dari Pdt Ngadi Utomo yang prihatin atas beberapa kasus pendeta yang juga gembala tidak memanfaatkan potensi yang Tuhan karuniakan sementara gereja lokal apalagi sinode tidak memberikan dukungan finansial. Kalau pun ada tidak memadai. Dampaknya ada yang akhirnya ” melakukan berbagai cara yang kelihatannya rohani tetapi jauh dari itu.
Kedua Pendeta Ngadi Utomo mengampu mata kuliah Entrepreneur di salah satu STT di Lingkungan GJKI. Melalui diskusi panjang dengan berkali-kali pertemuan dg Pdt Paran sakiu jadilah buku yang di Launching. Launching buku ini diadakan pada hari Minggu, 21 Desember 2025 mengambil tempat di gedung GJKI Pembawa Damai, Pulo Gebang-Jakarta Timur. (Paran Sakiu)







