
Samarinda, detikborneo.com – Tokoh Dayak Sarawak, Malaysia bersama rombongan mendapat sambutan adat yang penuh makna saat berkunjung ke Desa Budaya Pampang.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Adat Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang, Apai Esrom Padan, dengan prosesi adat Tepung Tawai yang menjadi simbol penghormatan bagi tamu yang datang dari jauh.
Dalam prosesi tersebut, para tamu tokoh Dayak dari Sarawak dikalungkan Kalung Tarik dan dipakaikan topi khas Dayak Kenyah sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persaudaraan satu darah Dayak yang tetap terjalin meskipun dipisahkan oleh batas negara.
Apai Esrom Padan menyampaikan bahwa sambutan adat tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi juga mengandung makna doa dan perlindungan bagi para tamu yang datang berkunjung ke kampung budaya Dayak di Kalimantan Timur.
“Walaupun kita dipisahkan oleh batas negara, silaturahmi sesama satu darah Dayak harus tetap terjalin. Seperti topi adat ini yang melindungi dari panas terik, begitu juga doa kami agar Tuhan selalu melindungi saudara-saudara kami selama berwisata di Kampung Budaya Pampang dan di Kalimantan,” ujarnya.
Sementara itu, Datuk Peter Nansian Ngusie menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Pampang. Ia mengaku sangat terharu dengan sambutan adat yang penuh makna tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Persaudaraan Dayak harus terus dijaga, dan kami berharap ke depan bisa juga menyambut saudara-saudara dari Kalimantan untuk berkunjung ke Sarawak,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian wisata budaya rombongan tokoh Dayak Sarawak ke Kalimantan Timur sekaligus mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Dayak lintas negara. ( Bajare007).





