
Pontianak, detikborneo.com – Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Dayak dari berbagai wilayah di Kalbar resmi mendeklarasikan pembentukan Perkumpulan Dayak Besar Borneo Bersatu. Bertempat di Rumah Betang jln Sutoyo Pontianak, Rabu (19/ 2026).
Deklarasi tersebut menjadi wadah bersama untuk memperkuat persatuan masyarakat adat Dayak sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur profesional dan konstitusional.
Deklarasi digelar di Pontianak dan dihadiri sejumlah tokoh Dayak, di antaranya Albertus Pinus, S.Sos., S.H., M.H., Panglima Lentar (A’ang), serta tokoh-tokoh Dayak dari Entikong, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Sekadau. Sementara pembacaan deklarasi dilakukan oleh Rusliadi, S.H.
Dalam deklarasi tersebut, para tokoh menyampaikan bahwa pembentukan organisasi dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan nasib, kesamaan pandangan, serta keinginan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat adat Dayak di Pulau Borneo.
Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat adat, mulai dari keterbatasan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman, persoalan tanah adat, hingga persoalan hukum yang menurut mereka masih membutuhkan perhatian dan perjuangan bersama.
“Berdirinya organisasi ini dilatarbelakangi oleh kesamaan nasib dan satu pandangan. Mengingat masyarakat adat Dayak saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk tanah-tanah masyarakat adat dan persoalan hukum,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam deklarasi.
Para tokoh menegaskan, Dayak Besar Borneo Bersatu diharapkan menjadi alat perjuangan masyarakat adat Dayak dari berbagai kalangan. Perjuangan tersebut akan ditempuh secara profesional, damai, dan konstitusional dengan tetap menghormati hukum serta mekanisme yang berlaku di Indonesia.
Selain memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, organisasi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas, menjaga nilai-nilai adat dan budaya, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh juga menyerukan agar masyarakat Dayak tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai persoalan yang berkembang. Dialog dan jalur hukum dinilai menjadi bagian penting dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Deklarasi kemudian ditutup dengan seruan persatuan dan semangat perjuangan masyarakat Dayak.“Dayak Satu Tanah! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Para tokoh juga menyampaikan semboyan adat sebagai penegasan identitas dan semangat perjuangan bersama:
Pembentukan Perkumpulan Dayak Besar Borneo Bersatu diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat persatuan masyarakat Dayak di Borneo serta meningkatkan kontribusi masyarakat adat dalam pembangunan daerah dan nasional.
Salam Dayak Satu Tanah.Merdeka! Merdeka! Merdeka!





