
Balikpapan, detikborneo.com — Di usia 10 tahun, saat banyak anak sebayanya asyik terhanyut dalam permainan gawai, Fiyah Tingang justru memilih jalan berbeda: mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Putri asli Suku Dayak Maanyan ini mencetak prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Lomba Bertutur Kata yang digelar di Perpustakaan Daerah Balikpapan, 29 Juli 2026 lalu.
Mewakili SDN 001 Balikpapan Tengah, Fiyah memukau dewan juri lewat penuturan dongeng dan cerita asli Kalimantan yang kental nilai budayanya. Berkat keunggulan itu, ia kini ditunjuk melaju ke ajang Tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 16 September 2026, membawa nama harum Kota Balikpapan dan sekolahnya.
Di tengah gempuran dunia digital, Fiyah justru rutin menggeluti kesenian Dayak setiap sepulang sekolah. Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat: Dr. Abriantinus, S.H., M.A. Ketua Dewan Adat Dayak ( DAD ) Kota Balikpapan turut mengucapkan selamat dan sangat mengapresiasi kemampuan luar biasa yang dimiliki Fiyah di usia yang masih sangat muda.
Abriantinus juga mengajak semua kalangan masyarakat Adat Dayak sekalimantan timur ikut serta mendukung dalam doa dan perjuangan akan tradisi budaya Dayak tetap lestari dan Fiyah agar dapat tembus juara provinsi serta bisa lanjut ke tingkat nasional, ucapnya.

Masyarakat dan pendukung berharap Pemerintah Kota Balikpapan serta pihak sekolah memberikan dukungan penuh. Tanpa dukungan yang nyata, potensi berharga dikhawatirkan terpendam sia-sia. Fiyah diharapkan mampu melaju hingga tingkat nasional, menjadi bukti nyata bahwa generasi muda lokal adalah penerus tangguh yang menjaga jati diri budaya Dayak. ( Bajare007 ).





