
Sangatta (Kutim), detikborneo.com – Di sela-sela kesibukannya melantik kepengurusan Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (KOPPAD Borneo) Distrik Kabupaten Kutai Timur, pada Senin, 15 Desember 2025, Dr. Abriantinus, selaku Panglima KOPPAD Borneo, menyempatkan diri melakukan silaturahmi ke Kantor Polres Kutai Timur.
Kedatangan rombongan KOPPAD Borneo disambut hangat oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Dalam perbincangan tersebut, AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa dirinya memiliki darah Dayak Bakumpai dari garis keturunan ayah, serta darah Banjar dari pihak ibu.

AKBP Fauzan Arianto diketahui lahir di Marabahan, Kalimantan Selatan. Dalam kehidupan keluarga, ia merupakan sosok suami dan ayah yang memiliki satu orang istri serta dikaruniai tiga orang anak putra dan putri.
Lebih lanjut, AKBP Fauzan Arianto menjelaskan bahwa dirinya baru empat bulan bertugas sebagai Kapolres Kutai Timur. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2005, dengan pengalaman penugasan yang panjang di berbagai bidang, baik di lingkungan pendidikan kepolisian maupun di Markas Besar Polri. Penugasan di Sangatta ini menjadi pengalaman pertamanya memimpin satuan kewilayahan sebagai Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abriantinus menyampaikan rasa senang dan bangga atas kepercayaan negara kepada putra Dayak yang kini menjabat sebagai Kapolres Kutai Timur. Menurutnya, kehadiran putra daerah dalam posisi strategis di institusi negara merupakan bukti bahwa masyarakat Dayak mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Saya secara pribadi dan sebagai Panglima KOPPAD Borneo merasa bangga. Putra Dayak mampu menunjukkan integritas, dedikasi, dan kapasitas kepemimpinan hingga dipercaya menjadi Kapolres. Ini menjadi teladan bagi generasi muda Dayak,” ujar Dr. Abriantinus.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar AKBP Fauzan Arianto senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian. Dr. Abriantinus berharap agar jejak karier Kapolres Kutai Timur tersebut terus terjaga dan meningkat, bahkan mendoakan agar di masa depan dapat meraih Bintang dalam jenjang kepangkatan Polri sebagai buah dari pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Edyson, S.H., Komandan Distrik KOPPAD Borneo Kabupaten Kutai Timur yang baru saja dilantik, turut hadir dan mengikuti jalannya pertemuan. Ia menyatakan memahami makna penting silaturahmi tersebut sebagai wujud sinergi antara organisasi adat dan aparat penegak hukum.
Edyson menegaskan bahwa KOPPAD Borneo Distrik Kabupaten Kutai Timur siap bekerja sama dan mendukung penuh Kapolres Kutai Timur dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas sosial di wilayah tersebut.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh Bapak Kapolres dalam pelaksanaan tugas demi keamanan dan kedamaian masyarakat Kutai Timur,” tegas Edyson, S.H.
Setelah rangkaian pertemuan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta serah terima cendera mata sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan komitmen kerja sama antara KOPPAD Borneo dan Polres Kutai Timur.
Profil Singkat AKBP Fauzan Arianto
AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. merupakan perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2005. Ia berasal dari Marabahan, Kalimantan Selatan, dan dikenal sebagai sosok yang meniti karier dari latar belakang sederhana hingga dipercaya memimpin Polres Kutai Timur, salah satu wilayah strategis di Indonesia.
Karier kepolisian AKBP Fauzan dimulai dari pangkat Ipda usai lulus Akpol, kemudian terus berkembang hingga menjabat Kompol dan kini AKBP. Berbagai penugasan penting pernah ia emban, baik di tingkat kewilayahan maupun di satuan strategis.
Sebagai Kapolsek Batu Ampar dan Takisung, ia banyak belajar memahami dinamika masyarakat akar rumput. Pengalaman sebagai Kasatlantas Polres Tabalong dan Tanah Laut membentuk pemahamannya tentang pentingnya kelancaran lalu lintas di daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi.
Pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat bertugas di Divisi Hubungan Masyarakat (Divhumas) Polri, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan produk kreatif. Dari sana, ia meyakini bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam tugas kepolisian modern.
“Kebetulan setiap hari kami berdiskusi dan berdialog dengan rekan-rekan media. Media adalah mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepercayaan publik,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Dengan rekam jejak pengalaman dan dedikasi tersebut, AKBP Fauzan Arianto kerap dipandang sebagai figur inspiratif, yang membuktikan bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi bagi siapa pun yang mau berusaha, bekerja keras, dan setia pada pengabdian. (Bajare007)





