
Sintang, detikborneo.com – Persoalan mobil milik Komes Satria kembali memunculkan polemik baru. Kali ini, pihak keluarga mempertanyakan pemberhentian Asnraf dari pekerjaannya, yang mereka klaim terjadi setelah foto Asnraf muncul dalam pemberitaan terkait persoalan mobil tersebut.Kamis 01/10/2026.
Keluarga mempertanyakan alasan dan dasar pemberhentian Asnraf. Mereka menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu dijelaskan, terutama menyangkut status pekerjaan Asnraf yang disebut menggunakan SPK Ajis. Menurut keluarga, Asnraf tidak terlibat langsung dalam persoalan mobil Komes Satria.
Saat berada di ruang Kasiwas Polres Sintang, Asnraf disebut hanya mendampingi ibunya untuk mengikuti perkembangan persoalan kendaraan milik keluarganya. Foto Asnraf ketika mendampingi ibunya kemudian muncul dalam pemberitaan dan disebut beredar luas.
“Dia hanya mendampingi mamanya. Tidak ada kaitannya dengan persoalan mobil tersebut. Setelah fotonya muncul dalam pemberitaan dan viral, dia malah diberhentikan. Ini yang kami pertanyakan,” ujar pihak keluarga.
Jika Menggunakan SPK Ajis, Mengapa PT MNS yang Memberhentikan?Keluarga menyoroti status hubungan kerja Asnraf. Mereka menyebut Asnraf menjalankan pekerjaan angkutan berdasarkan SPK Ajis. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai siapa sebenarnya pihak yang memiliki kewenangan memberikan sanksi atau memberhentikan Asnraf apabila terdapat kesalahan dalam pekerjaan angkutan.
“Pertanyaannya, mengapa Asnraf diberhentikan oleh pihak perusahaan PT MNS? Di satu sisi Asnraf sebagai pekerja menggunakan SPK Ajis. Seharusnya kalau ada kesalahan Asnraf di dalam angkutan, harus jelas siapa yang mempunyai kewenangan berdasarkan SPK tersebut,” ujar pihak keluarga.
Keluarga meminta SPK yang menjadi dasar pekerjaan Asnraf diperiksa secara terbuka, terutama mengenai pihak pemberi kerja, status Asnraf, kewenangan pengawasan, pemberian sanksi, hingga mekanisme penghentian hubungan kerja.Menurut keluarga, kejelasan dokumen tersebut penting untuk menjawab apakah PT MNS memang memiliki kewenangan langsung untuk memberhentikan Asnraf atau terdapat mekanisme lain yang harus ditempuh.
BACA JUGA : Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri
Keluarga Curiga Ada Kaitan dengan Polemik Komes SatriaKeluarga mengaku mencurigai pemberhentian Asnraf bukan semata-mata persoalan pekerjaan. Mereka menduga keputusan tersebut memiliki kaitan dengan polemik mobil Komes Satria. Sorotan keluarga juga diarahkan kepada Joseph/Yosef yang disebut sebagai CSR PT MNS. Keluarga bahkan menuding terdapat dugaan rekayasa atau skenario dalam persoalan tersebut.
“Kami patut mencurigai faktor pemberhentian adalah permasalahan Komes Satria. Menurut kami, itu sudah direkayasa oleh Joseph selaku CSR PT MNS. Skenarionya sudah diatur,” kata pihak keluarga.
Namun, tudingan mengenai adanya rekayasa dan keterlibatan Joseph/Yosef tersebut masih merupakan pernyataan pihak keluarga dan belum terbukti secara hukum. Atas persoalan tersebut, keluarga meminta Polres Sintang mengusut secara profesional dan menyeluruh, termasuk memeriksa Joseph/Yosef serta pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui proses pemberhentian Asnraf.
Keluarga meminta polisi tidak hanya melihat persoalan mobil Komes Satria, tetapi juga menelusuri hubungan antara polemik tersebut dengan pemberhentian Asnraf. “Kami dari pihak keluarga meminta kepada Polres Sintang harus secara profesional dalam mengusut kasus ini. Kami meminta Joseph diperiksa supaya semuanya jelas,” tegas pihak keluarga.
Mereka juga meminta institusi Kepolisian Sintang menjaga kredibilitas dan profesionalitas dalam menangani persoalan tersebut.
“Saya meminta institusi Kepolisian Sintang bisa menjaga kredibilitas dan harga diri sebagai institusi kepolisian. Jangan biarkan permasalahan berlarut-larut hingga sampai kini anak saya yang menjadi korban perilaku yang bisa menghancurkan karier pekerjaan orang lain,” lanjutnya.
Keluarga berharap polisi dapat memeriksa dokumen, status hubungan kerja, pihak yang memiliki kewenangan terhadap Asnraf, serta pihak-pihak yang diduga mengetahui proses pemberhentian tersebut. Bagi keluarga, persoalan utama bukan hanya mengenai Asnraf kehilangan pekerjaan, tetapi juga mengapa dan atas dasar apa keputusan tersebut diambil, serta apakah benar terdapat hubungan dengan polemik mobil Komes Satria.
Hingga berita ini diterbitkan, PT MNS, Joseph/Yosef, maupun Ajis belum memberikan klarifikasi resmi terkait pemberhentian Asnraf, status SPK, serta tudingan adanya skenario di balik persoalan tersebut. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan penjelasan berdasarkan fakta dan dokumen yang dimiliki.
Penulis : Rinto Andreas





