
Pulang Pisau (Kalteng), detikborneo.com – Upacara adat Tiwah Masal kembali digelar di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Ritual sakral dalam tradisi Kaharingan Dayak Ngaju ini bertujuan mengantar arwah orang yang telah meninggal menuju Lewu Tatau, alam baka menurut kepercayaan Kaharingan.
Tiwah merupakan salah satu upacara adat paling penting bagi masyarakat Dayak Ngaju. Ritual ini tidak hanya menjadi prosesi kematian, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur.
Dalam pelaksanaannya, tulang-belulang jenazah yang sebelumnya dikuburkan diangkat kembali untuk disucikan melalui rangkaian upacara adat. Selanjutnya, tulang-belulang tersebut ditempatkan ke dalam sandung, rumah kecil berbahan kayu yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan tulang-belulang leluhur.

Sandung biasanya dimiliki oleh satu keluarga besar dan dirawat secara turun-temurun. Meski sebagian keturunannya telah menganut keyakinan lain, sandung tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tradisi adat.
Pelaksanaan upacara Tiwah memerlukan persiapan panjang dan biaya besar. Salah satu komponen biaya terbesar adalah pengadaan kerbau sebagai hewan korban adat yang kemudian dimasak dan disajikan bagi masyarakat serta tamu yang hadir.
Baca juga: Sambut Natal dan Tahun Baru 2026, Banyuke Family Gelar Bakti Sosial di Citra Maja Lebak
Besarnya biaya menjadi alasan digelarnya Tiwah Masal, yakni pelaksanaan Tiwah secara bersama-sama oleh beberapa keluarga. Dengan cara ini, beban biaya dan persiapan dapat ditanggung secara kolektif.
Pada akhir tahun 2025 lalu, Tiwah Masal digelar di Desa Tangkahen dengan melibatkan 25 arwah dari 19 keluarga penanggung jawab. Kegiatan ini diikuti keluarga dari berbagai daerah dan berlangsung khidmat.

Damang Jekan Raya Palangka Raya, Kardinal Tarung, mengapresiasi masyarakat adat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah yang tetap konsisten melestarikan adat dan budaya serta menghormati leluhur.
“Saya, Kardinal Tarung, Damang Jekan Raya Palangka Raya, mengapresiasi masyarakat adat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah yang terus menjaga dan melestarikan adat budaya serta nilai-nilai penghormatan kepada leluhur,” ujarnya.

Meski merupakan ritual Kaharingan, Tiwah tetap dilaksanakan oleh keturunan yang telah beralih keyakinan. Hal ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus upaya pelestarian budaya Dayak Ngaju.
Reporter: Sylvana Toemon
Editor: Lawadi Nusah






