
Jakarta, detikborneo.com – Upaya mengangkat sejarah besar Dayak ke layar lebar mendapat dukungan kuat dari parlemen. Dua tokoh Dayak yang kini duduk di Senayan menyatakan kesiapan mendukung penuh produksi Film Kolosal Dayak yang digagas produsen film Thoesang TT Asang.
Anggota DPR RI Bias Layar, S.H., M.H., Komisi XIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendukung film tersebut sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan identitas Dayak.
Film kolosal ini akan mengangkat perjalanan panjang sejarah Dayak, dimulai dari Kerajaan Kutai, kisah Kerajaan Dayak Purba Nan Sarunai, hingga peperangan besar dengan Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada. Dalam alur cerita, Majapahit sempat mundur, namun kembali melakukan ekspansi pada gelombang kedua yang berujung pada runtuhnya Nan Sarunai dan lahirnya Kerajaan Banjar serta kerajaan-kerajaan kecil lain di Pulau Kalimantan.

Tak hanya dari DPR RI, dukungan juga datang dari Daud Cino Yordan, tokoh olahraga tinju nasional asal Ketapang, Kalimantan Barat, yang kini menjabat sebagai anggota DPD RI. Dengan penuh semangat, Daud menyatakan kesediaannya terlibat langsung dan bahkan siap menjadi pemeran utama dalam film tersebut.
“Sejarah Dayak jangan sampai hilang. Harus diabadikan lewat film. Memang ada tuntutan skenario, tetapi esensi sejarahnya harus tetap diketahui generasi muda Dayak. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegas Daud Cino Yordan.
Produsen film Thoesang TT Asang menjelaskan bahwa film ini tidak hanya mengambil lokasi dan cerita di Pulau Kalimantan, tetapi juga mengaitkan sejarah di Pulau Jawa, sehingga alur cerita berskala nasional dan memiliki daya tarik luas.
Dari sisi produksi, Thoesang mengungkapkan kebutuhan anggaran film diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Saat ini, pihaknya masih membuka kesempatan bagi investor yang ingin terlibat dalam proyek bersejarah ini.
“Jika ada 100 orang Dayak yang bersedia berkontribusi masing-masing Rp100 juta, maka pendanaan akan jauh lebih mudah dan proses produksi bisa segera terealisasi,” ujar Thoesang optimistis.
Film Kolosal Dayak diharapkan bukan sekadar tontonan, melainkan menjadi monumen visual sejarah Dayak, memperkuat jati diri, kebanggaan, dan warisan budaya bagi generasi muda, sekaligus memperkenalkan sejarah Dayak ke tingkat nasional dan internasional.( Bajare007)





