
Penajam Paser Utara, detikborneo.com – Sikap tegas dan penuh komitmen ditunjukkan oleh Guru Kadap Kepala Pasukan Merah Borneo dengan menyatakan resmi bergabung dan berdiri satu komando bersama Ahmad Ariadi D Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan. Pernyataan tersebut ditegaskan dalam pertemuan yang berlangsung khidmat dan sarat semangat persatuan adat pada hari sabtu 16 Februari 2026.
Dalam deklarasi terbuka itu, Pasukan Merah Borneo menyatakan siap melaksanakan segala perintah serta mengamankan setiap keputusan yang ditetapkan oleh Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan tanpa kompromi dan hingga tuntas.
Langkah ini disebut sebagai bentuk soliditas dan kesetiaan terhadap kepemimpinan adat demi menjaga marwah, kehormatan, serta hak-hak masyarakat Dayak Paser di Kalimantan. Mereka menilai, di tengah berbagai dinamika sosial dan tantangan terhadap eksistensi adat, diperlukan barisan yang kuat dan terorganisir untuk memastikan setiap keputusan adat berjalan efektif di lapangan.
“Kami berdiri tegak di bawah komando Kepala Adat Besar. Apa yang menjadi keputusan adat adalah harga mati untuk dikawal dan diamankan,” tegas perwakilan Pasukan Merah Borneo dalam pernyataannya.
Deklarasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kekuatan adat Dayak Paser semakin solid. Dukungan terbuka dari Pasukan Merah Borneo dipandang sebagai penguatan struktural dan moral dalam menjaga stabilitas serta kedaulatan nilai-nilai adat di wilayah Kalimantan.
Ahmad Ariadi Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil tetap berlandaskan hukum adat, kearifan lokal, serta menjunjung tinggi persatuan dan kedamaian.
Dengan bergabungnya Pasukan Merah Borneo, barisan pengawal keputusan adat kini dinilai semakin kokoh. Masyarakat pun berharap soliditas ini mampu menjadi benteng dalam menjaga kehormatan adat dan memastikan setiap kebijakan adat berjalan tegas, terarah, dan bermartabat, ucapnya. (Bajare007)




