
Jakarta detikborneo.com – Kabar gembira bagi pecinta film sejarah dan budaya Nusantara. Proses pembuatan film kolosal bertema budaya Dayak yang sempat terhenti selama bertahun-tahun akibat berbagai kendala, kini kembali digulirkan secara serius. Sutradara andalan, Ivan “Bandhito”, kembali memimpin proyek ambisius ini dan menargetkan proses syuting dapat dimulai pada Januari 2027 mendatang.
Kepastian ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Produksi Film Dayak Kolosal pada minggu 24 Mei 2026 yang digelar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Ivan Bandhito mengungkapkan bahwa sebenarnya perencanaan besar-besaran ini sudah mulai dirintis sejak tahun 2022 silam. Namun, niat mulia untuk mengangkat kekayaan budaya Kalimantan ke layar lebar sempat tertunda cukup lama.

“Sejak 2022 kami sudah menyusun rencana kerja yang matang. Namun, langkah kami sempat terhenti karena pandemi COVID-19, kemudian disusul dengan rangkaian agenda politik nasional seperti Pemilu 2024–2025 hingga Pilkada serentak. Kondisi tersebut membuat proses persiapan tidak bisa berjalan maksimal,” ungkap Ivan Bandhito di hadapan para pemangku kepentingan.
- Baca juga: Panglima Jilah Temui Jokowi, Menanyakan soal Dayak Center di IKN yang Pernah Dijanjikan oleh Jokowi
Meski sempat vakum, semangat tim produksi tidak pernah padam. Memasuki awal tahun 2026, kegiatan ini kembali dihidupkan dengan langkah yang lebih terstruktur dan agresif. Bukti nyata keseriusan tim terlihat dari agenda jelajah yang telah dilakukan, di mana tim produksi telah melakukan roadshow ke tiga provinsi utama di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Fokus utama dari perjalanan tersebut adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta lokal melalui kegiatan Open Casting. Pendaftaran dan penyaringan bakat tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 1 April hingga 1 Juni 2026 dan akan diperpanjang sampai 1 September 2026.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Dr. Abriantinus selaku Penanggung Jawab sekaligus Produser Eksekutif. Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan pemeran yang terpilih benar-benar memiliki jiwa dan karakter yang sesuai dengan kisah yang akan diangkat, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga asli Kalimantan untuk tampil di panggung nasional.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Thoesang TT Asang selaku Ketua Tim Produksi Film Dayak Kolosal (TPFDK), Lawadi Nusah sebagai Wakil Ketua I, serta Therisia dan Agustina Lenjiu dari tim Pemasaran.
Dalam keterangannya, Thoesang TT Asang mengungkapkan kabar yang sangat istimewa terkait barisan pemain film ini. Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, didaulat untuk berperan dalam film kolosal ini. Selain itu, sejumlah tokoh dan artis papan atas nasional juga telah mengonfirmasi keterlibatannya. Di antaranya adalah Agustinus alias Pangalangok Jilah, Daud Yodan, Piet Pagau, dan Frans Indosianus.
“Kehadiran nama-nama besar ini menjadi kekuatan utama kami untuk menghadirkan karya terbaik yang bernilai sejarah tinggi,” ucap Asang.
Berbagai strategi matang pun dibahas dalam pertemuan ini, guna memastikan proyek ini tidak hanya sukses secara produksi, tetapi juga mampu menjadi media pelestarian budaya yang megah dan membanggakan.
Dengan target waktu syuting yang ditetapkan pada Januari 2027 mendatang, seluruh tim kini berpacu melawan waktu untuk menyelesaikan serangkaian persiapan, mulai dari riset budaya, penyelesaian naskah, pemilihan lokasi, hingga proses pemilihan pemeran terbaik. Nantinya, film ini diharapkan mampu menyaingi kemegahan film-film kolosal besar Indonesia lainnya, sekaligus menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kalimantan dan Indonesia.




