
Bengkayang, detikborneo.com – Tradisi adat Nyobeng 2026 di Dusun Sebujit, Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat resmi dibuka oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., Senin (15/6/2026).
Pembukaan acara adat yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Dayak Bidayuh tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Debit, S.H, Sekda Kab Bengkayang Yustianus, S.E,.M.M, mantan Bupati Bengkayang Suryatman Gidot, M. Pd , kapolres Bengkayang serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Masyarakat dan tamu undangan tumpah ruah menghadiri nya, tercatat 402 tamu yang hadir dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapore dan ada juga dari India.
Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan Nyobeng sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur masyarakat Sebujit.

“Tentunya hari ini saya sangat bangga dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita bisa mengadakan Nyobeng. Saya selaku Bupati Bengkayang mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan Bengkayang yang terus mendukung acara ini, serta seluruh masyarakat Dusun Sebujit, Desa Hli Buei,” ujar Darwis.
Darwis mengenang perjalanan menuju Sebujit beberapa tahun lalu yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Tahun 2003 dulu kita lewat motor air untuk sampai ke sini. Sekarang Rumah Baluk ini sudah menjadi warisan budaya tak benda yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Menurutnya, Rumah Baluk Sebujit memiliki nilai sejarah dan budaya yang luar biasa. Ia juga menyebut sejak tahun 2007, replika Rumah Baluk telah dibangun di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan menjadi salah satu rumah adat yang banyak dikunjungi.
“Pada saat KTT 2020, Rumah Baluk di anjungan TMII menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi oleh tamu pejabat negara. Saya mengajak masyarakat Kalimantan Barat, termasuk kawan-kawan dari Malaysia kalau ke Jakarta jangan hanya ke mall, tapi kunjungi Rumah Baluk di TMII,” ungkapnya.
Bupati Bengkayang juga menyampaikan rencana pengembangan Rumah Baluk Sebujit ke depan. Ia mengatakan akan dilakukan penataan desain kawasan dengan melibatkan arsitek yang pernah merancang kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Gregorius Antar Awal.
“Nanti Rumah Baluk ini akan kita design. Kita akan libatkan arsitek yang mendesign IKN, Gregorius Antar Awal,” jelas Darwis.
Ia berharap kawasan Sebujit dapat berkembang menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kalimantan Barat.
“Kita jadikan ini daerah tujuan wisata Kalimantan Barat. Kita bangun homestay-nya. Ini pekerjaan rumah kita bersama, mumpung saya masih menjabat,” ujarnya.
Selain menjaga budaya dan adat istiadat, Darwis menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah serta mendukung program pemerintah pusat.
“Tidak hanya budaya, tarian adat juga kita lestarikan, tetapi ketahanan pangan juga harus kita dukung,” katanya.



