
JAKARTA — Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Balai Yos Sudarso, Kebun Bawang, Jakarta Utara. Kegiatan dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026.
Ketua Umum DAD DKI Jakarta, Tamunan Kiting, S.E., M.M., C.P.M., C.T.M., menegaskan komitmen untuk menjaga eksistensi masyarakat Dayak dengan semangat “Dayak Tetap Eksis, DAD Bangkit dan Maju.” Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota memperkuat kerja sama melalui struktur organisasi yang terdiri dari 14 bidang koordinasi.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ingkong Ala, S.E., M.Si., Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M., Ketua Umum DPN ICDN, serta jajaran Kesbangpol DKI Jakarta. Dalam Rakerda juga disampaikan arahan oleh Brigjen Yustinus dan Hakim Konstitusi Daniel.

Presiden MADN, Dr. Drs. Martha Billa, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan. Ia mengingatkan organisasi Dayak agar tidak berjalan sendiri dalam setiap kegiatan. “Kalau sendiri kita tidak kuat, harus jalan bersama-sama,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan masyarakat Dayak terletak pada persatuan dan kemampuan untuk saling mendukung.“Kalau ada kegiatan, jangan jalan sendiri. Kalau sendiri kita tidak kuat, harus jalan bersama-sama.” ujar Martha Billa.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus menjadi landasan dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan organisasi. Setiap lembaga, pengurus, maupun anggota memiliki peran masing-masing yang perlu disinergikan agar tujuan bersama dapat tercapai.
Martha Billa juga mendorong seluruh jajaran DAD untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, baik di tingkat daerah maupun dengan organisasi Dayak lainnya. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Dayak dapat dihimpun menjadi kekuatan bersama.

BACA JUGA : Tamunan Kiting Kembali Nahkodai DAD Jakarta Periode Kedua
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mendorong DAD DKI Jakarta menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga kerukunan, kondusivitas, serta pembangunan sosial dan kemasyarakatan.
“Bersama-sama, mari kita jaga Jakarta agar tetap aman, damai, harmonis, dan maju,” tandas Hendra.Jakarta adalah rumah bersama. Keberagaman suku, budaya, ras, dan agama bukanlah sekat, tetapi kekuatan untuk membangun Jakarta yang semakin inklusif dan harmonis.
Ketua Panitia, Albinus, menyampaikan bahwa pengukuhan menjadi awal bagi pengurus baru menjalankan amanah, sedangkan Rakerda menjadi momentum menyusun program kerja organisasi. Kegiatan mengusung semangat “Bersatu dalam Adat, Berkarya untuk Bangsa, Mengabdi bagi Warga Dayak Jakarta dan Indonesia.”
Pengukuhan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 ini menjadi momentum memperkuat peran DAD DKI Jakarta dalam melestarikan kebudayaan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
Pengukuhan dan Rakerda ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga adat dan budaya Dayak, sekaligus meningkatkan kontribusi masyarakat Dayak bagi Jakarta dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masing masing komisi menyampaikan rencana kerja nya.
Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta Periode 2026–2031 yang diketuai Tamunan Kiting, S.E., M.M., C.P.M., C.T.M., dan Petrus, SH., MH., C. MPB., CTA. C. Med, sebagai Sekretaris Umum.
(Red/Rdi)




