
Tangerang, detikborneo.com – SMP Negeri 1 Rajeg kini memiliki pemimpin baru. Rohimat, S.Pd., M.M., dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Rajeg, menggantikan Drs. Agus Sasono Edi, M.M.Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara serah terima dan lepas sambut yang digelar pada Kamis, 17 September 2026.
Rohimat yang akrab disapa Bang Roy merupakan putra kelahiran Tangerang tahun 1977. Ia dikaruniai seorang anak perempuan. Di balik tanggung jawabnya sebagai pimpinan sekolah, perjalanan karier Bang Roy terbilang panjang, dimulai dari dunia pendidikan sebagai seorang guru hingga dipercaya memimpin sejumlah sekolah.
Saat ini, Rohimat juga masih menjabat secara definitif sebagai Kepala SMPN 2 Mauk. Dengan demikian, tugasnya di SMPN 1 Rajeg menjadi tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan secara beriringan. Meski harus membagi waktu antara dua sekolah, Bang Roy menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut secara optimal. Ia berharap keberadaan dirinya di SMPN 1 Rajeg dapat semakin mengembangkan berbagai potensi dan prestasi yang selama ini telah dimiliki sekolah.
BACA JUGA : Penuh Haru dan Harapan, SMPN 1 Rajeg Gelar Acara Lepas Sambut Kepala Sekolah
“Saya berharap bisa bekerja sama dan dukungan dari para guru, orangtua murid, dan masyarakat, serta stakeholder untuk menjalankan tugas yang diberikan,” ujar Rohimat.
Berawal dari Anak Petani
Di balik perjalanan kariernya sebagai tenaga pendidik dan kepala sekolah, Rohimat memiliki latar belakang keluarga sederhana. Ia merupakan anak seorang petani yang berasal dari Desa Gintung, Kabupaten Tangerang.Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan dimulai pada 1997.
Kala itu, ia mengawali karier sebagai guru di SD Islam Ariyasa Jakarta Selatan dengan mengampu mata pelajaran Olahraga. Pada tahun yang sama, ia juga mengajar Matematika dan Fisika di SMP Islam Ariyasa. Setahun kemudian, pada 1998, Rohimat melanjutkan kiprahnya di bidang pendidikan dengan mengajar Biologi di MTs dan MA Darul Ma’arif, Cipete, Jakarta Selatan.
Kariernya terus berkembang. Pada 1999–2001, ia mengajar Biologi di SMP Tri Mulia, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pada periode 1999–2005, ia juga mengajar Fisika di SMP Mathla’ul Anwar Buaranjati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Selain itu, Rohimat pernah mengajar Biologi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mauk pada 2002–2010. Pada tahun yang sama, ia mulai mengabdi sebagai guru IPA di SMP Negeri 1 Mauk hingga 2022. Dedikasinya selama menjadi tenaga pendidik juga mendapat penghargaan. Rohimat pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia saat masih bertugas sebagai guru di SMP Negeri 1 Mauk.
Membawa Semangat Kolaborasi
Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal bagi Rohimat dalam menjalankan tugas barunya di SMPN 1 Rajeg. Ia menyadari bahwa kemajuan sekolah tidak dapat dibangun oleh kepala sekolah seorang diri. Kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjalankan program pendidikan.
Rohimat pun berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang baik selama menjalankan amanah sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg. Di tengah tanggung jawabnya yang masih terbagi dengan SMPN 2 Mauk, ia mengakui perlunya pengaturan waktu dan pembagian tugas secara efektif.
“Meski masih mendua, saya berharap bisa melaksanakan tugas dengan optimal. Secara definitif saya masih menjabat Kepala Sekolah di SMPN 2 Mauk juga. Semoga saja nanti bisa lebih fokus dan bisa membagi tugas dengan baik,” ungkapnya.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia pendidikan, Rohimat kini menghadapi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Rajeg, ia membawa harapan untuk terus menjaga sekaligus mengoptimalkan potensi sekolah yang selama ini dikenal memiliki sejumlah prestasi.
Bagi Bang Roy, amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan—perjalanan yang dimulai dari seorang guru dan anak petani di Desa Gintung hingga dipercaya memimpin lembaga pendidikan di Kabupaten Tangerang.(Red/Ims)*





