
Samarinda, detikborneo.com — Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), salah satu organisasi induk dan tertua masyarakat Dayak di Bumi Etam, resmi menggelar Rapat Kerja pertama periode kepengurusan 2026–2031 di YHS Center, Kota Samarinda, pada Sabtu (17/10/2026).
Dipimpin Ketua Umum PDKT, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., para pengurus dan dihadiri Viktor Juan Ketua DAD Provinsi Kaltim, Dr. Fredrik Bith dan Prof. Adri Paton Ketua Harian ICDN dan Ketua Dewan Pakar PDKT. Rapat ini menetapkan arah kebijakan, program prioritas, dan langkah strategis organisasi untuk lima tahun ke depan.
Dayak Bersatu, Bermartabat di Tanah Sendiri
Dalam arahannya, Dr. Yulianus menegaskan tiga pilar utama PDKT: kebesaran, kebersamaan, dan persatuan.
“Masyarakat Dayak tidak hanya di Kalimantan, tetapi tersebar di Sabah, Sarawak, Brunei, bahkan nenek moyang hingga Madagaskar. Kita harus bersatu, agar benar-benar menjadi tuan rumah yang bermartabat di tanah sendiri.”
- Baca juga: Ketua Umum ICDN Ajak Seluruh Pengurus Bergerak, Dorong Pemerintah Tangani Karhutla di Kalimantan
Kekayaan alam Kalimantan belum dirasakan secara adil oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, PDKT akan memperjuangkan keadilan sosial-ekonomi, dengan target: pada 2027 masyarakat Dayak semakin sejajar dalam pendidikan, ekonomi, dan kedudukan sosial.
Jangkauan Sampai ke Desa
Raker memutuskan untuk memperluas konsolidasi organisasi dari tingkat provinsi hingga ke kecamatan dan desa, agar suara masyarakat Dayak di seluruh wilayah benar-benar terlayani.
Kaltim Siapkan Kader Terbaik untuk MADN
Terkait Pemilihan Presiden MADN di Jakarta, 27 November 2026, PDKT menyatakan dukungan penuh dan siap menyukseskan proses tersebut. Kalimantan Timur siap menjadi bagian rotasi kepemimpinan MADN.
“Perlu diadakan fit and proper test yang transparan. Tokoh-tokoh terbaik Kaltim siap maju memimpin lembaga adat tertinggi bangsa Dayak.”
Seruan: Karhutla Harus Jadi Bencana Nasional
PDKT juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas bencana karhutla yang terus berulang di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
“Pemerintah Pusat harus segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Jangan hanya daerah yang disalahkan, apalagi masyarakat yang berladang. Penanganannya harus terpadu dari hulu hingga hilir.”
10 Rekomendasi Strategis Hasil Raker PDKT 2026
1. Pengesahan Program Kerja 2027 — Pedoman resmi seluruh pengurus selama satu tahun ke depan.
2. Penguatan Organisasi & Kaderisasi — Konsolidasi struktur dan pelatihan kader berkelanjutan.
3. Tata Kelola Berbasis Data & Digitalisasi — Sistem informasi, basis data, KTA, dan arsip terpadu.
4. Peningkatan Pendidikan & SDM — Pengembangan kompetensi generasi muda Dayak agar makin berdaya saing.
5. Kemitraan Strategis — Sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan.
- Baca juga: Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla 6. Program Berdampak Nyata — Budaya, UMKM, ketahanan pangan, advokasi hukum, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan perempuan. 7. Kejelasan Tugas & Kewenangan — Mencegah tumpang tindih fungsi antar bidang. 8. Pemantauan & Evaluasi Berkala — Laporan pertanggungjawaban rutin setiap bidang. 9. Kemandirian & Akuntabilitas Pendanaan — Pengelolaan dana transparan dan sumber pendanaan yang sah. 10. Landasan Pencapaian Visi 2026–2031 — Acuan utama koordinasi dan evaluasi lima tahun ke depan.
PDKT Maju, PDKT Besar dan Dayak Berjaya…Berjaya…Berjaya… menjadi yel-yel PDKR untuk semangat baru bagi kelanjutan kemajuan suku bangsa Dayak di Kaltim dan seluruh Indonesia. ( Bajare007).





