
Balikpapan Kaltim, detikborneo.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan merebaknya stigma terhadap organisasi masyarakat (ormas), KOPPAD Borneo (Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak) justru tampil sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya, penjaga keamanan, dan perekat harmoni lintas etnis di Kalimantan.
Pada Minggu (20/07/2025), KOPPAD Borneo menggelar rapat pengurus pusat di markas besarnya di Jalan MT. Haryono, Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan. Dalam rapat itu, Panglima KOPPAD, Dr. Abriantinus, SH., MA, kembali menegaskan visi besar organisasi yang berdiri sejak 9 Januari 2009.

Sejak awal, KOPPAD Borneo telah mengakar di empat provinsi: Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Kini, ekspansi ke Kalimantan Barat juga tengah dijajaki.
“Ini bukan hanya rumah bagi suku Dayak. Banyak saudara dari Kutai, Paser, Banjar, hingga Batak, Manado, Jawa, dan Toraja bergabung. Inilah kekuatan Kalimantan: persatuan dalam keberagaman,” ujar Abriantinus.

VISI & MISI KOPPAD BORNEO
VISI
Mewujudkan generasi yang berkualitas, tangguh, unggul dalam segala bidang, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
MISI
- Adat Istiadat, Seni Budaya & Pariwisata
1.1. Menggali, mengembangkan, dan melestarikan nilai-nilai Adat Istiadat serta Seni Budaya Dayak sebagai Pusaka Leluhur.
1.2. Menunjang program Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. - Hukum & Hak Asasi Manusia
2.1. Menjadi mitra masyarakat dalam memperjuangkan keadilan dan kepastian hukum, serta penegakan HAM.
2.2. Memberikan bantuan dan perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan. - Pendidikan & Sumber Daya Manusia
3.1. Mempersiapkan dan mengembangkan SDM yang handal, berkualitas, dan berintegritas.
3.2. Mendirikan lembaga pendidikan dan keterampilan yang relevan dan berdaya guna. - Ekonomi, Wirausaha & Ketenagakerjaan
4.1. Mendorong peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi anggota dan masyarakat.
4.2. Memperjuangkan terciptanya lapangan usaha dan kerja bagi anggota serta masyarakat luas. - Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup
5.1. Menjadi kontrol sosial terhadap kebijakan pengelolaan SDA oleh pemerintah dan swasta.
5.2. Mendukung pelestarian lingkungan hidup sesuai dengan program pemerintah pusat dan daerah. - Pertahanan & Keamanan
6.1. Membantu menjaga keutuhan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
6.2. Mendukung TNI-POLRI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan daerah. - Sosial, Mental & Spiritual
7.1. Membina mental spiritual anggota melalui kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.
7.2. Aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan untuk menumbuhkan kepedulian bersama.

Aktif Menjaga Ketertiban, Bukan Ormas Gaduh
KOPPAD Borneo terus membangun kemitraan strategis dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami hadir sebagai pengawal ketertiban dan penjaga kehormatan budaya. Bukan ormas pencari keributan,” tegas Panglima Abriantinus.
Bersih dan Tegas terhadap Pelanggaran
Tak ada ruang bagi pelanggar di tubuh KOPPAD Borneo. Organisasi ini menegakkan kedisiplinan dan etika dengan tegas.
“Administratif kami tegur, tapi jika menyangkut kriminalitas, langsung kami keluarkan,” tegasnya.
Kemandirian Ekonomi dan SDM Berkualitas
Melalui unit usaha keamanan, LBH Koppad Borneo, dan Sayap Putri Borneo, organisasi ini membangun kemandirian ekonomi sekaligus menyalurkan tenaga kerja yang terlatih.
“Puji Tuhan dan Alhamdulillah, sudah banyak anggota kami yang sukses berkarier dan mandiri,” ucap Abriantinus.

Agenda Strategis: Penguatan Struktur dan Kegiatan Sosial
Sekretaris Jenderal Seven Jon menjabarkan agenda rapat pengurus pusat yang mencakup:
- Penetapan struktur pengurus baru
- Pembenahan administrasi dan kantor sekretariat
- Pendaftaran resmi organisasi di tiap distrik dan rayon
Sementara itu, panitia HUT RI ke-80 tahun 2025 telah ditetapkan dengan susunan:
Ketua: Budi Kriswanto
Sekretaris: Sriyanti
Bendahara: Joya Seven Jon

KOPPAD Borneo: Pilar Ormas Adat Masa Kini
Dengan semangat pelestarian adat, pendekatan modern, dan kepemimpinan yang bersih, KOPPAD Borneo membuktikan bahwa ormas adat bisa menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat.
“Kami bukan sekadar pengawal adat. Kami adalah jembatan antara warisan leluhur dan masa depan Kalimantan yang lebih adil dan sejahtera,” tutup Abriantinus.





