
Jakarta, detikborneo.com – Acara Gawai Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) selalu berhasil memukau publik. Tiap tahun, pergelaran budaya ini tidak hanya menampilkan seni tradisi Dayak Kalbar, tetapi juga menghadirkan sentuhan modern melalui visual, koreografi, dan konsep panggung yang digarap matang. Tidak heran, Gawai FDKJ terus eksis dan semakin dikenal di tingkat nasional sebagai ajang kebanggaan komunitas Diaspora Dayak Kalbar.
Namun di balik gemerlap panggung, ada sosok yang memegang peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian Gawai berjalan sempurna. Ia adalah Ne’ Daniang, orang di balik layar yang selalu bekerja totalitas bersama timnya.
Setiap penyelenggaraan Gawai, Ne’ Daniang hadir sebagai motor penggerak produksi pertunjukan. Ia memastikan semua elemen—musik, koreografi, alur pertunjukan, hingga teknis panggung—terkoordinasi dengan baik. “Kita mengurus orang banyak itu tidak gampang. Besok kita tidak tidur karena memikirkan bagaimana koreografinya, musiknya, dan pertunjukan yang akan ditampilkan,” ujarnya.

Tahun ini, tidak kurang dari 75 talent terlibat dalam rangkaian pertunjukan Gawai. Semua disusun secara detail agar tampilan seni dan budaya yang diangkat bisa memukau dan bernilai tinggi. “Aku ini sebenarnya seniman juga tapi setiap gawai tidak pernah perform karena ditugaskan jadi EO. Sudah tiga tahun berturut-turut saya dipercaya menjadi stage manager di acara Gawai. Ya, kadang saya merangkap apa saja,” tutur Daniang, sambil tertawa kecil.
Meski melelahkan, bagi Daniang, proses ini sekaligus menjadi pengalaman yang mengasyikkan. Kecintaannya pada FDKJ membuat ia selalu ingin memberikan yang terbaik. Baginya, FDKJ bukan sekadar organisasi, tetapi ruang bernilai yang harus dijaga, dikembangkan, dan dijadikan medium untuk menghadirkan karya-karya bermutu. “Jika seni dan budaya bisa dijadikan nilai besar, maka hal lain di bawahnya akan mengikuti secara paralel,” katanya.
Ne’ Daniang bukan sosok sembarangan di dunia pertunjukan. Ia pernah berkolaborasi bersama nama-nama besar nasional seperti Erwin Gutawa, Konser Gitaris Indonesia Andra, Dewa Budjana, Tohpati, Ridho Slank , KLA Project, Oppie Andaresta, Kikan Cokelat, Novia Bachmid dan Once Mekel, Mengisi acara di Istana Negara dan mengukuti event di LN. Pengalaman itulah yang membuat setiap rancangan pertunjukan dan drama kolosal di Gawai FDKJ terasa kuat dan berkarakter.

BACA JUGA : Gawai FDKJ 2025: Festival Budaya Dayak Terbesar dan Paling Meriah di Tangerang!
Ke depan, Ne’ Daniang berharap Gawai FDKJ terus berkembang sebagai event bergengsi di Jakarta. Ia ingin acara budaya tahunan ini semakin berdaya saing, memiliki nilai jual tinggi, dan menjadi panggung besar yang membanggakan masyarakat Dayak Kalbar.
Selain acara Gawai, rencana kedepan FDKJ juga akan mengadakan event konser pertunjukan pentas seni yang akan di gelar di Jakarta, tentu melibatkan para musisi dan para alent yang profesional.
Gawai selalu diisi dengan konsep dan thema berbeda setiap tahunya. Tahun pertama Diskusi Budaya dengan narasumber ternama di kalimantan barat, salah satunya Mering No. Tahun ke 2 Mengangkat thema Drama Talino Borneo dan th ke 3 mengangkat Thema Kain Tenun dan Tarian Notokng.
“Tahun ini kita menghadirkan artis 3 masa klik untuk baca https://www.instagram.com/p/DRBp0yJEsb1/?img_index=8&igsh=M2FkNHhmMDI1Njl0
“Event kita di Jakarta ini harus kelas bergengsi, karena kita tampil di kota besar,” tutupnya.









