
Jakarta, detikborneo.com – Menyikapi beredarnya video dan pernyataan yang mengatasnamakan tokoh Dayak yang berpotensi menimbulkan keresahan dan bahkan kekerasan terhadap masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang, dengan ini saya, Dr. Andersius Namsi, Ph.D, selaku Wakil Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
1. Pernyataan Pribadi, Bukan Representasi Organisasi: Saya tegaskan bahwa pernyataan yang dibuat oleh tokoh tersebut bersifat pribadi dan tidak memiliki afiliasi dengan Dewan Adat Dayak (DAD), apalagi Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). Pernyataan tersebut tidak mencerminkan pandangan maupun sikap organisasi kami.
2. Tanggung Jawab Individu, Bukan Organisasi: Apabila ada pihak-pihak yang mengagung-agungkan tokoh tersebut sebagai representasi tokoh Dayak, maka hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak-pihak yang melakukan glorifikasi, dan bukan menjadi tanggung jawab DAD apalagi MADN. Kami tidak bertanggung jawab atas interpretasi maupun tindakan individu yang mengklaim mewakili masyarakat Dayak secara keseluruhan.
3. Pengakuan Terhadap Struktur Resmi DAD: Terkait dengan urusan masyarakat Dayak dan adat Dayak di daerah, termasuk Kota Singkawang, MADN hanya mengakui tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) kepengurusan DAD tingkat kecamatan dan kota di Singkawang, serta DAD Provinsi Kalimantan Barat. Kami tidak mengakui atau memberikan legitimasi kepada pihak-pihak di luar struktur organisasi resmi DAD.
4. Penolakan Terhadap Kekerasan dan Ancaman: MADN maupun DAD di seluruh Indonesia tidak pernah memberikan kewenangan kepada tokoh manapun untuk membuat pernyataan yang bersifat kekerasan, ancaman, atau intimidasi terhadap etnis manapun. Apabila ada tokoh yang menyatakan sesuatu atas nama Dayak dan mengandung unsur kekerasan atau ancaman, maka hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi tokoh yang bersangkutan.
Dengan klarifikasi ini, kami berharap dapat meredakan keresahan yang mungkin timbul di tengah masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat Tionghoa dan masyarakat Dayak Kota Singkawang. Kami menegaskan komitmen kami untuk menjaga kerukunan dan harmoni antar etnis di Kalimantan Barat.
Demikian klarifikasi ini saya sampaikan untuk menjadi maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan terima kasih.
Salam hormat,
Dr. Andersius Namsi, Ph.D
Wakil Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)





