
Jakarta, detikborneo.com – Dalam rangka memperingati World Health Day (7 April 2026) serta Hari Diplomatik Indonesia–Tiongkok (13 April 2026), telah diselenggarakan kegiatan edukasi kesehatan, pemeriksaan dan terapi kesehatan, serta aksi sosial kemanusiaan pada Minggu (26/4/2026) di WTC Mangga Dua, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta pemanfaatan ilmu kesehatan modern yang bersinergi dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
BACA JUGA : Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid V, Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Baru

Rangkaian acara diawali dengan seminar kesehatan bertema pencegahan kanker dan gaya hidup sehat yang disampaikan oleh dr. Jusuf Kristianto, Ph.D. Ia dikenal sebagai ahli herbal dan kesehatan masyarakat, lulusan Doctor of Public Health FKM UI tahun 2007, serta memiliki latar belakang studi Complementary Medicine di Beijing University.
Dalam pemaparannya, dr. Jusuf menekankan pentingnya penerapan gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit, pengelolaan stres, konsumsi nutrisi seimbang, serta kebiasaan hidup positif sebagai langkah utama dalam mencegah penyakit degeneratif, termasuk kanker.
Selain seminar, kegiatan ini juga diisi dengan bedah buku sekaligus peluncuran resmi buku berjudul “Memahami Tubuh, Penyakit, dan Sindrom: Model Diagnosis dan Terapi TCM Modern oleh Prof. Wangqi”. Buku ini merupakan versi Bahasa Indonesia yang memperkenalkan pemikiran dan metode diagnosis dari Prof. Wang Qi, tokoh penting dalam pengembangan ilmu konstitusi tubuh dalam TCM modern.
BACA JUGA : Donor Darah Bengkayang Peduli Sesama Dalam Rangka Memperingati Hut Ke-77 RI

Bedah buku bertema “Kenali Konstitusi Tubuhmu, Rawat Dirimu dengan Tepat” menghadirkan para penulis, yakni Dr. Willie Japaries, MARS, Ph.D; dr. TCM Aryaprana Nando, MBBS, MCMM, S.Tr.Kes; serta Delfi Vijja Paramita, B.A., Br.M., CDME.Hc., CDC®. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai tipe konstitusi tubuh, kecenderungan gangguan kesehatan, serta metode perawatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.
Peserta juga diajak melakukan pemeriksaan mandiri melalui platform digital www.cekkonstitusitubuhtcm.com, sehingga masyarakat dapat mengetahui jenis konstitusi tubuh mereka secara praktis. Melalui peluncuran buku ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pendekatan kesehatan preventif, personalisasi terapi, serta kesadaran terhadap kondisi tubuh sebagai dasar menjaga kesehatan jangka panjang.
Tidak hanya berfokus pada edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan aksi sosial melalui Gerakan 1000 Pendonor Darah Marga Yap dan Perkumpulan Hakka yang didukung oleh tiga cabang PMI.
Tercatat sebanyak 1.035 pendonor darah berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
Sebagai pelengkap, tersedia pula berbagai layanan kesehatan seperti terapi BSM menggunakan Huojiu, diagnosa lidah, serta konsultasi kesehatan yang merupakan bagian dari pendekatan TCM modern.
BACA JUGA : MADN Ucapkan Selamat, Dudung Abdurachman Dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara edukasi kesehatan, deteksi dini, terapi preventif, dan aksi kemanusiaan. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara ilmu kesehatan modern dan TCM dapat menjadi salah satu solusi dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, sadar akan pentingnya kesehatan, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dalam semangat World Health Day dan persahabatan Indonesia–Tiongkok, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (Red/Daniang)





