
Palangkaraya, detikborneo.com – Sosok Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P Foekh kembali menjadi perhatian publik dalam gelaran Apresiasi Pewarna Indonesia (API) 2025) yang berlangsung di Kalimantan Tengah. Namun bagi Daniel, sorotan ini bukanlah hasil ambisi pribadi ataupun pencarian popularitas. Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah anak Tuhan yang setia berpegang pada firman-Nya, sementara jabatan yang ia emban hari ini hanyalah bonus yang Tuhan percayakan.
Dalam acara yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pewarna Indonesia 2025), Daniel dianugerahi penghargaan sebagai Figur Hukum yang Berdampak bagi Masyarakat Nasrani. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, pada 12 November di Aula Jaya Tingang Lt.1 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, disaksikan jajaran Forkopimda, tokoh agama, lembaga, dan pengurus Pewarna dari berbagai provinsi.

Karena berhalangan hadir, Daniel kemudian menerima penghargaan secara langsung pada 14 November di Aula Eka Hapakat Lt.3 saat mengikuti agenda Rakernas.
Dalam sambutannya, Daniel mengungkapkan bahwa penghargaan ini sama sekali tidak ia prediksi.
“Saya kaget ketika dihubungi Pak Yusuf. Tidak pernah terpikir saya akan menerima apresiasi ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Di balik penerimaan itu, Daniel mengaku sempat melakukan pertimbangan mendalam bersama staf dan para asisten alumni hakim, terutama menyangkut aspek etika sebagai hakim konstitusi yang harus menjaga independensi Mahkamah Konstitusi (MK).
“Saya sangat berhati-hati. MK menguji undang-undang, termasuk Undang-Undang Pers. Saya tidak ingin ada potensi konflik kepentingan dan marwah MK harus tetap dijaga,” tegasnya.
Namun lebih dari sekadar penghargaan, Daniel menekankan bahwa seluruh proses hidup dan pelayanannya di dunia hukum hanya bersumber pada satu hal: kesetiaan kepada Tuhan.
Ia menegaskan bahwa jabatan tinggi tidak pernah menjadi tujuan, melainkan konsekuensi dari berjalan dalam kebenaran firman.
“Semua ini hanya bonus dari Tuhan. Yang terutama adalah tetap hidup benar di hadapan-Nya,” ungkapnya penuh ketulusan.
Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, menyebut bahwa penghargaan API 2025 diberikan kepada figur yang dinilai membawa dampak positif dan inspiratif bagi masyarakat, baik melalui profesi maupun keteladanan hidup.
“Pak Daniel Yusmic P Foekh adalah salah satu sosok yang integritasnya terlihat jelas. Dedikasi, ketuladan, dan perannya bagi masyarakat menjadi alasan utama kami memberikan apresiasi ini,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Ketua Panitia API dan Rakernas 2025, Elly Wati Simatupang, menyampaikan syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan nasional ini dengan baik. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan dorongan bagi seluruh jurnalis Pewarna dan masyarakat untuk terus berkarya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin berdampak,” katanya.
Melalui momen ini, Daniel Yusmic kembali menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya mereka yang menempati posisi strategis, melainkan mereka yang tetap rendah hati, setia kepada Tuhan, dan memaknai jabatan sebagai kesempatan untuk melayani. ( Bajare007)





