
Jakarta, detikborneo.com – Gawai Dayak 2025 yang digelar Forum Dayak Kalimantan Jakarta (FDKJ) di Hampton Square Gading Serpong pada 8-9 November 2025 berlangsung semakin meriah dengan penampilan istimewa dari Mei Mei, pemain Sape muda berbakat yang dikenal dengan kepiawaiannya memainkan alat musik tradisional Dayak Sape’.
Dalam acara ini, Mei Mei tidak tampil sendirian. Ia berkolaborasi dengan tiga artis Kalimantan yang tengah bersinar, yaitu Tino Amme, Ferdy ES, dan Ella Beltra, menghadirkan perpaduan musik tradisional dan modern yang memukau para pengunjung.
Dentingan Sape yang lembut dan penuh karakter khas Kalimantan menjadi pembuka kolaborasi, disambut vokal kuat Ferdy ES dan Tino Amme yang terkenal dengan gaya etnik modernnya. Kehadiran Ella Beltra semakin melengkapi suasana dengan suara merdu dan energinya yang selalu menghidupkan panggung.
Penampilan Mei Mei menjadi salah satu pemain musik sape yang muda yang tampil pada saat itu. Perpaduan musik tradisi Dayak dengan aransemen modern menjadikan panggung Gawai FDKJ 2025 terasa segar, dinamis, dan sarat kebanggaan budaya. Sorakan penonton memenuhi ruangan ketika para musisi membawakan sejumlah lagu daerah yang dikemas ulang tanpa menghilangkan identitas musik Dayak.

Gawai FDKJ 2025 memang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat Dayak di Jabodetabek, tetapi juga panggung bagi generasi muda untuk menampilkan bakat serta melestarikan budaya. Penampilan kolaboratif Mei Mei dan para artis membuat pesan itu semakin kuat: budaya Dayak tidak hanya hidup, tetapi juga berkembang dan dicintai oleh generasi muda.
Acara yang penuh warna dan energi ini kembali menegaskan posisi Gawai FDKJ sebagai salah satu perayaan budaya Dayak paling bergengsi di perantauan. Penampilan Mei Mei bersama Tino Amme, Ferdy ES, dan Ella Beltra menjadi salah satu sorotan utama yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung. (Rudi Rehan)





