
Jakarta, detikborneo.com — Perayaan Natal dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Kesembuhan Ilahi ke-24 Gereja Tiberias Indonesia (GTI) kembali mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Sabtu (6/12/2025). Puluhan ribu jemaat memadati stadion dalam ibadah akbar yang berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan.
Acara megah ini turut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nazaruddin Umar, M.A., Hazim Djojohadikusumo, serta Menteri Perumahan Rakyat Maruara Sirait.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh jemaat GTI Tiberias. Ia menegaskan bahwa keberagaman Indonesia adalah anugerah yang membuat bangsa ini istimewa.
“Di banyak negara perbedaan menjadi sumber konflik. Tetapi di Indonesia, perbedaan justru menjadi lukisan Tuhan yang sangat indah,” ujar Prof. Nazaruddin Umar, disambut tepuk tangan meriah puluhan ribu jemaat.
Ia menambahkan, harmoni antara suara beduk, azan, dan lonceng gereja merupakan bukti nyata betapa uniknya Indonesia.
“Langit seolah tersenyum melihat kita merayakan keberagaman. Inilah suasana batin yang indah. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Menteri Agama kembali meneguhkan pesan persaudaraan lintas iman.
“Kita adalah saudara. Jangan biarkan perbedaan agama atau aliran memisahkan kita,” ujarnya.
Kesaksian Iman: Hazim Djojohadikusumo Bagikan Pengalaman Pribadi
Hazim Djojohadikusumo turut memberikan kesaksian pribadi mengenai pertolongan Tuhan dalam hidupnya. Ia menceritakan pengalamannya selamat dari krisis moneter ketika perusahaannya berada dalam kondisi hampir bangkrut.
“Tuhan Yesus menolong saya saat semua tampak mustahil,” ucapnya.
Kesaksian tersebut membuat atmosfer ibadah semakin menyentuh dan membangkitkan iman jemaat.
Khotbah, Perjamuan Kudus, dan Minyak Urapan
Ibadah dipimpin oleh Gembala Sidang GTI, Pdt. Darniaty Pariaji, yang menyampaikan khotbah tentang makna kelahiran Yesus Kristus.
“Tanpa kelahiran Yesus, tidak ada Natal. Dialah sumber sukacita kita,” tegasnya.
Ibadah dilanjutkan dengan perjamuan kudus dan pelayanan minyak urapan, di mana pendeta mendoakan jemaat untuk kesembuhan dan pelepasan dari berbagai pergumulan hidup.
Panitia Siapkan Pengamanan Ketat dan Fasilitas Maksimal
Sebelum acara berlangsung, panitia Natal GTI menggelar konferensi pers yang dipimpin Ketua Panitia, Pdt. Daniel Kosasih, didampingi Pdt. Ferlis Sirait dan Leston Hasibuan.
Daniel menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara optimal agar seluruh jemaat dapat beribadah dengan nyaman. Area stadion, termasuk bagian rumput, diberi fasilitas layar LED dan sistem audio besar. Panitia juga menyediakan tenda, pos media, serta ambulans dari dinas kesehatan.
Sementara itu, Leston Hasibuan memaparkan pengamanan besar-besaran yang dikerahkan bersama Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.
“Sebanyak 2.000 personel panitia dan 1.600 personel kepolisian disebar dari ring 1 hingga ring 4,” jelasnya.
Panitia juga menyediakan 160 bus khusus dan area parkir luas untuk memudahkan mobilitas hadirin.
Perayaan Natal akbar ini kembali meneguhkan GTI sebagai salah satu gereja dengan perayaan Natal terbesar di Indonesia, menghadirkan pesan kesembuhan, kedamaian, dan kerukunan bangsa. (Sumber: Jakarta News/John A/ Bajare007)





