
Sangatta (Kutim), detikborneo.com – Aula Meranti Kantor Bupati Kutai Timur tampak merah dan dipadati undangan dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan pada Senin, 15 Desember 2025, saat berlangsungnya Pelantikan Pengurus Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (KOPPAD Borneo) Distrik Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA, diawali dengan tarian Nusantara, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kabupaten Kutai Timur, kemudian dilanjutkan dengan doa lintas keimanan. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan oleh Daniel, Wakil Sekretaris Jenderal KOPPAD Borneo Pusat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Panglima KOPPAD Borneo, Dr. Abriantinus, S.H., M.A., yang secara resmi melantik Edyson, S.H. sebagai Komandan Distrik KOPPAD Borneo Kabupaten Kutai Timur, bersama sekitar 80 orang pengurus. Prosesi ditandai dengan pembacaan ikrar serta penyerahan Pataka KOPPAD Borneo sebagai simbol amanah dan tanggung jawab organisasi.
Dalam pernyataannya, Panglima KOPPAD Borneo menegaskan bahwa KOPPAD Borneo saat ini bersifat terbuka dan inklusif, serta mengakomodir keinginan berbagai suku untuk bergabung dan berjuang bersama demi mempererat persatuan dan kesatuan antar etnis di Kabupaten Kutai Timur.

“KOPPAD Borneo mengakomodir keinginan suku-suku lain untuk bergabung dan berjuang bersama dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan antar etnis di Kabupaten Kutai Timur guna berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegas Panglima.
Ia menambahkan bahwa semangat persatuan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat adat, termasuk Kutai, Dayak, Paser, dan Banjar, sebagai kekuatan sosial yang menjaga keharmonisan dan stabilitas daerah.
Sementara itu, Edyson, S.H. dalam sambutan perdananya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa KOPPAD Borneo merupakan wadah persaudaraan lintas suku, ras, dan agama.
“KOPPAD Borneo bertujuan mempererat tali persaudaraan dan mempersatukan seluruh suku, ras, dan agama yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Organisasi ini hadir untuk mengawal kedamaian serta melestarikan budaya dan kearifan lokal, khususnya Kutai, Dayak, dan Banjar, serta seluruh masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Edyson.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika organisasi dan tidak menjadikan KOPPAD Borneo sebagai alat kepentingan pribadi, melainkan sebagai sarana pengabdian dan kebersamaan.
Dukungan terhadap KOPPAD Borneo turut disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Timur, yang mengapresiasi karakter multietnis organisasi tersebut sebagai cerminan nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Hadir pula H. Mahyudin, S.T., M.M., tokoh masyarakat nasional yang pernah menjabat Bupati Kutai Timur dua periode, Anggota DPR RI, Wakil Ketua DPR RI, serta Wakil Ketua MPR RI periode 2014–2019. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Edyson, S.H. dan seluruh jajaran pengurus, sekaligus menyatakan kesediaannya untuk bergabung sebagai Dewan Penasihat KOPPAD Borneo.
Pelantikan ini menegaskan komitmen KOPPAD Borneo Distrik Kutai Timur sebagai garda pengawal adat, perekat persatuan lintas etnis, serta mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Kutai Timur.
Ketua Panitia dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Panglima KOPPAD Borneo, Wakil Bupati Kutai Timur dan Forkompinda, Tokoh Nasional H. Mahyudin, S.T., M.M. Mantan Bupati dan Ketua MPR RI Periode 2014-2019 serta para undangan pimpinan ormas, ucap Tahmil. (Bajare007)





