
Cipanas, Jawa Barat — Kegiatan retreat rohani bertajuk Kebenaran Tuhan Mengubahku (KTM) angkatan ke-28 sukses digelar selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Maret 2026, di Vila Bukit Tabor. Acara ini berlangsung penuh khidmat dan diikuti dengan antusias oleh para peserta dari berbagai daerah.
Salah satu rombongan yang turut ambil bagian datang dari wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya dari Entikong, dengan jumlah delapan orang peserta. Kehadiran mereka menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Sejak hari pertama, suasana retreat sudah dipenuhi dengan pengalaman rohani yang mendalam. Para peserta mengaku mengalami “lawatan Tuhan” melalui setiap sesi yang disampaikan para pembicara. Khotbah-khotbah yang disampaikan dinilai mampu membakar semangat iman serta memberikan penguatan secara spiritual.
BACA JUGA : Bukber Banyuke Family di Griya Indah Darusalam Pererat Silaturahmi Warga

Seluruh peserta tampak serius mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari sesi ibadah, renungan, hingga pemulihan batin. Banyak di antara mereka yang merasakan perubahan secara pribadi dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai kesaksian hidup yang menginspirasi.
Salah satu peserta, Simson, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini.
“Kami ada delapan orang dari perbatasan Indonesia-Malaysia, Entikong, Kalimantan Barat. Saya rasa acara ini sangat baik, di mana setiap kita bisa mengalami sesuatu secara pribadi di setiap sesi. Saya berharap kegiatan KTM ini tidak hanya berlangsung di sini, tetapi juga bisa terus diadakan kembali di Kalimantan,” ujarnya.
Program Kebenaran Tuhan Mengubahku (KTM) sendiri merupakan salah satu program pemulihan rohani yang dirancang untuk membawa peserta mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, serta mengalami pertobatan yang nyata. Kegiatan ini diselenggarakan oleh GBI Banyuke Jakarta di bawah penggembalaan Pdm. Nini Magdalena
Hingga saat ini, program KTM telah dilaksanakan sebanyak 28 angkatan dan telah menjangkau berbagai daerah, termasuk Kalimantan. Banyak peserta yang bersaksi mengalami pemulihan hidup melalui program ini, menjadikannya sebagai salah satu kegiatan rohani yang berdampak luas bagi jemaat.

Dengan keberhasilan pelaksanaan angkatan ke-28 ini, diharapkan program KTM dapat terus menjangkau lebih banyak jiwa dan membawa perubahan positif bagi kehidupan banyak orang di berbagai daerah.
Memasuki hari penutupan, suasana semakin haru dan penuh makna. Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah dilaksanakannya baptisan selam bagi peserta yang belum dibaptis. Prosesi ini menjadi simbol komitmen baru dalam iman, di mana para peserta menyatakan keputusan pribadi untuk hidup dalam perubahan bersama Tuhan.
hanya itu, pada malam harinya, kegiatan ditutup dengan api unggun yang menghadirkan suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Dalam momen tersebut, para peserta saling berbagi kesaksian, mempererat hubungan, serta merenungkan pengalaman rohani yang telah mereka alami selama retreat berlangsung. (Rudi Rehan)





