
BengkayangBengkayang, detikborneo.com – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026) malam. Kobaran api menghanguskan puluhan rumah toko (ruko) yang berada di kawasan pertokoan tersebut.
Berdasarkan informasi terbaru, sedikitnya 48 ruko dilaporkan terbakar. Sementara laporan lain menyebut jumlah bangunan terdampak mencapai sekitar 50 unit. Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengatakan api mulai terlihat sekitar pukul 18.15 WIB, atau setelah waktu Magrib. Api kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain karena posisi ruko yang saling berdekatan.
“Informasi sementara jumlah ruko yang terbakar 48 ruko. Sampai saat ini masih dilakukan pendinginan,” ujar Heriyanto, seperti dikutip ANTARA.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan dari berbagai wilayah. Sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu mengendalikan api. Bantuan datang dari sejumlah wilayah, antara lain Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, hingga sejumlah wilayah dari arah Pontianak dan Mempawah.
Petugas berhasil mengendalikan kobaran api dan selanjutnya melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.Hingga Jumat (21/8/2026), penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Informasi awal dari masyarakat menyebut api pertama kali terlihat dari bagian tengah deretan ruko, namun sumber dan penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan.
Pasca kejadian, kawasan bekas kebakaran masih menjadi perhatian aparat. Polres Bengkayang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber dan penyebab kebakaran. Kebakaran ini menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar.
Estimasi sementara yang disampaikan pihak kepolisian mencapai sekitar Rp70 miliar, mencakup bangunan, barang dagangan, serta harta benda milik warga. Selain itu, sebanyak 39 kepala keluarga atau 119 orang dilaporkan terdampak akibat kebakaran tersebut.Peristiwa tersebut menjadi duka bagi masyarakat Sungai Duri.
Penanganan pascakebakaran dan pendataan warga terdampak diharapkan dapat segera dilakukan agar masyarakat yang kehilangan tempat usaha maupun harta benda memperoleh bantuan dan perhatian dari pemerintah serta berbagai pihak. (Red/Rdi)





