
Jakarta, detikborneo.com — Sebuah babak baru bagi persatuan umat Kristen di Indonesia resmi dimulai. Kamis, 20 Agustus 2026, Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) secara resmi menggelar konferensi pers, pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP), serta deklarasi organisasi di CWS Hall, Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat. Organisasi ini hadir sebagai rumah besar bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen lintas denominasi, lintas latar belakang, dan lintas profesi di seluruh Indonesia.
Wadah Pemersatu dari Semua Kalangan
PEMKRIS hadir untuk menghimpun berbagai elemen masyarakat Kristen: rohaniawan, cendekiawan, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari kalangan militer dan kepolisian. Visi besarnya: menjadi rumah besar bersama bagi seluruh pemimpin dan tokoh Kristen interdenominasi di Indonesia, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendampingi, mengawal, mengadvokasi, dan memperjuangkan hak-hak konstitusional umat Kristen secara konstruktif dan dialogis.
Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th., menyampaikan bahwa organisasi ini lahir dari keinginan untuk menyatukan potensi, pemikiran, dan peran para pemimpin Kristen agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“PEMKRIS hadir untuk menjadi rumah besar bersama. Kami ingin membangun persatuan, memperkuat peran kepemimpinan, serta menghadirkan wadah yang mampu mendampingi dan memperjuangkan berbagai kepentingan umat secara konstruktif, dialogis, dan sesuai dengan koridor hukum serta konstitusi.”
— Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th.

Komitmen: Kawal Hak Konstitusional & Bangun Sinergi Nasional
PEMKRIS menegaskan komitmennya untuk aktif dalam berbagai bidang: hukum dan HAM, sosial, budaya, pendidikan Kristen, moderasi beragama, hingga hubungan internasional. Organisasi ini bersifat terbuka, ekumenis, interdenominasi, lintas golongan, dan independen — tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.
Fungsi strategis PEMKRIS:
- 🤝 Kolaborator — membangun sinergi dengan pemerintah
- 🔗 Konektor — menghubungkan para pemimpin dan tokoh Kristen
- ⚖️ Mediator — membantu penyelesaian berbagai persoalan secara damai
- 🧭 Navigator — mengarahkan pengembangan kehidupan Kekristenan di Indonesia
Salah satu agenda utama: Pembentukan Crisis Center sebagai pusat pelaporan berbagai persoalan mendesak yang berpotensi merugikan hak-hak konstitusional umat Kristen, baik individu maupun kelembagaan. Program lain mencakup kaderisasi kepemimpinan, seminar, kajian akademik, kegiatan sosial-kemanusiaan, pendampingan lembaga pendidikan Kristen, hingga kerja sama internasional.
Dewan Pengurus DPP PEMKRIS — Tokoh-tokoh Nasional Dilantik
Pelantikan Ketua Umum DPP PEMKRIS dilakukan oleh Irjen Pol. (Purn.) Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. selaku Ketua Dewan Pengawas. Struktur kepemimpinan PEMKRIS dipenuhi tokoh-tokoh nasional:

Ketua Dewan Pembina Prof.Dr. Yasonna H. Laoly, Ph.D. Ketua Dewan Pelindung Jend. (Purn.) Herman B. Leopold Mantiri Ketua Dewan Pengawas Irjen Pol. (Purn.) Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. Anggota Kehormatan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Dharma Pongrekun. Ketua Dewan Pakar Prof. Thomas Pentury, M.Si Ketua Dewan Penasihat Brigjen TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu. Ketua Dewan Pertimbangan Dr. Jimmy MR Lumintang, MA, MBA, M.Th. Ketua Umum DPP Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th.
Keberadaan PEMKRIS telah memiliki dasar hukum formal melalui Surat Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0001173.AH.01.07.TAHUN 2026 tertanggal 11 Maret 2026 — sah dan berdaulat di mata hukum negara.
Semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia”
Dengan mengusung semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia”, PEMKRIS berharap dapat memperkuat persatuan, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengambil peran konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara — menuju Indonesia yang semakin maju, adil, dan harmonis bagi seluruh anak bangsa. (Lawadi/ YM)





