
Pontianak, detikborneo.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar aksi sosial dengan membagikan sebanyak 1.000 masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan sekitarnya.
Aksi sosial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026, dengan pembagian masker di sejumlah titik yang terdampak kabut asap. Ketua DPW APKLI Merah Putih Provinsi Kalimantan Barat, Lukiyus, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima yang setiap hari beraktivitas dan berjualan di ruang terbuka.
“Saat ini kabut asap cukup pekat di Kota Pontianak dan Kubu Raya sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi para pedagang kaki lima yang setiap hari berjualan di lapangan dan harus menghirup udara di tengah kondisi seperti ini. Sebagai asosiasi, tentu kami memiliki kepedulian terhadap mereka,” ujar Lukiyus.
Menurutnya, pembagian masker akan dilakukan di 10 titik yang dinilai terdampak kabut asap. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama pedagang kecil, dalam mengurangi dampak paparan udara yang tidak sehat.
Lukiyus menegaskan bahwa aksi sosial tersebut tidak akan berhenti pada pembagian 1.000 masker di Pontianak dan Kubu Raya. Ia mengatakan, seluruh DPD APKLI di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat juga akan didorong untuk melakukan aksi sosial serupa dengan membagikan masker kepada masyarakat di daerah masing-masing.
“Kami berharap aksi ini bisa menjadi gerakan bersama. Tidak hanya DPW, tetapi seluruh DPD APKLI di 14 kabupaten/kota akan melakukan aksi yang sama sesuai kondisi di daerah masing-masing,” katanya.
Lukiyus juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil yang tetap menjalankan aktivitas ekonomi di tengah berbagai kondisi. Menurutnya, para pedagang kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Mari kita hormati, dukung dan peduli kepada para pedagang kecil. Mereka adalah bagian penting dari pertumbuhan ekonomi dan memiliki peran dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.
APKLI Merah Putih sendiri, lanjut Lukiyus, merupakan organisasi yang menaungi para pedagang usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima, sesuai hasil Munas VI APKLI di Jakarta. Melalui aksi sosial tersebut, APKLI Merah Putih Kalimantan Barat berharap kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap dapat terus diperluas, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat. (Red/Rdi)





