Home / Sosok / Alexander Mering: Jurnalis Kampung dan Sastrawan

Alexander Mering: Jurnalis Kampung dan Sastrawan

| Penulis: R. Masri Sareb Putra

Alexander Mering lahir di Nanga Merakai, Kabupaten Sintang. Ia dikenal sebagai blogger Kalimantan Barat, jurnalis berbakat, dan penulis bertalenta.

Hal yang paling tidak biasa adalah para pemuda kampung diajarkannya menulis. Ia juga memberikan pelatihan jurnalistik kampung. Di bawah asuhan pria bernama lengkap Asriyadi Alexander Mering ini, orang kampung bisa menulis buku sejarah kampung dan adat istiadatnya. Buku itu terbit dan diluncurkan di Jogjakarta.

Mering sukarela berbagi keterampilan menulis kepada warga perbatasan. Tak kurang dari 100 warga desa atau kecamatan yang berbatasan langsung dengan Sarawak anggota komunitas Border Blogger Movement. Mereka punya blog masing-masing atau mengisi blog www.borderblogger.org.

Mering juga mendorong warga berbudidaya karet. Ia tanpa kenal lelah menggerakkan pemuda putus sekolah dan perambah hutan di Kampung Loncek, Kabupaten Kubu Raya. Kini, warga di sana tak lagi tergantung sepenuhnya dengan hutan. Mereka menjadi pembudidaya karet, meski harganya masih merosot.

Atas perbuatan terpuji itu, pria yang tampil dengan personal branding rambut panjang terurai, dan pernah bekerja di USAID IFACS ini, terpilih menjadi salah satu Pelita Nusantara. Ia dianggap sumber inspirasi, sekaligus penggerak yang dapat memotivasi masyarakat untuk turut berbuat sesuatu bagi negeri ini.

Pada 2012, ia mendapat beasiswa The International Visitor Leadership Program (IVLP) dari pemerintah Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 2009, mendapat beasiswa program resolusi konflik di Mindanao, Filipina yang selenggarakan Silsilah Dialog Movement be dengan CRID, Indonesia.

Mering beberapa kali diundang Pemerintah Malaysia untuk program Sastra dan Bahasa di Malaysia. Ia menerima Anugerah sebagai Pelita Nusantara dari pemerintah Indonesia untuk Millennium Development Goals (MDG) Awards 2013. Ia pendiri “Borneo Blogger Community” dan “Komunitas Mata Enggang” untuk mengaplikasikan program Jurnalisme Kampung hingga ke pelosok-pelosok kampung.

Selain karya jurnalis, Mering juga menulis puisi. Puisinya tergabung dalam buku antologi puisi Sarang Enggang, dibacakan oleh Putri Indonedia 2005, Nadine Chandrawinata dan Mentri Lingkungan Hidup, Zulkifli Hasan pada 2012. Bersama dua teman, Mering menerbitkan kumpulan puisi dalam buku berjudul Republik Warung Kopi. Kini ia sedang mempersiapkan buku kumpulan puisinya sendiri berjudul Seringai Kunang-Kunang.

Mering pernah bekerja sebagai wartawan dan editor di koran Group Jawa Pos dan freelance untuk beberapa media di Malaysia. Ia menggunakan nama samaran Wisnu Pamungkas ketika membuat karya sastra (lihat blognya: www.wisnupamungkas.blogspot.com dan www.alexander.blogspot.com). Selain menulis karya sastra berupa cerpen dan puisi, Mering juga menulis dan menerjemahkan buku-buku seputar topik jurnalistik.

Selain konsultan media, kini Mering bekerja sebagai communications specialist di kantor Kemitraan (Partnership) Pembaruan Tata Pemerintahan, Jakarta sambil menuliskan pengalamannya sebagai blogger kampung yang berkeliling hingga pelosok-pelosok Nusantara untuk bertemu suku-suku terasing dan termarjinalkan.

Pada 2006, bersama 5 rekan, Mering mendirikan koran Borneo Tribune. Tahun 2015, menjadi kandidat penerima penghargaan liputan 6 SCTV Award. Ia kurator buku antologi puisi Bayang Tembawang (2015) yang di-launching pada dialog Sastra Kalbar, 2015 di Pontianak.

Bionarasi

R. Masri Sareb Putra, M.A., dilahirkan di Sanggau, Kalimantan Barat pada 23 Januari 1962. Penulis Senior. Direktur penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD). Pernah bekerja sebagai managing editor dan produksi PT Indeks, Kelompok Gramedia.

Dikenal sebagai etnolog, akademisi, dan penulis yang menerbitkan 109 buku ber-ISBN dan mempublikasikan lebih 4.000 artikel dimuat media nasional dan internasional.

Sejak April 2021, Masri mendarmabaktikan diri menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Institut Teknologi Keling Kumang.

About Admin

Check Also

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI Ke-78 Di IKN Saat Bertemu Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI …

Fridolinus Peno, Putra Bengkayang Satu-satunya Orang Dayak Menjadi Akuntan Publik Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Menjadi seorang akuntan publik mungkin suatu karier yang langka bagi kebanyakan orang. …

Surat Terbuka Untuk Presiden Joko Widodo dari Tito Fratno Ketungau Hulu Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Merasa infrastruktur belum di perbaiki dan terisolir, kekayaan alam yang habis di …

5 comments

  1. bookmarked!!, I really like your site!

    Check out my web blog …

  2. Hi! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be ok.
    I’m undoubtedly enjoying your blog and look forward to new updates.

    my web blog vpn coupon code 2024

  3. I like the valuable info you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here regularly.
    I’m quite certain I will learn many new stuff right here!
    Good luck for the next!

    my web site: facebook vs eharmony

  4. It’s very effortless to find out any matter on web as compared to books,
    as I found this paragraph at this web site.

    Also visit my web site; eharmony special coupon code 2024

  5. Good post. I learn something totally new and challenging on sites I stumbleupon on a daily basis.
    It’s always helpful to read through articles from other writers and practice
    a little something from their web sites.

    Feel free to visit my site nordvpn special coupon code

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *