
Pontianak, detikborneo.com — Ajang Musyawarah Wilayah (Muswil) II DPW Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat menghasilkan momen menarik yang mencuri perhatian para peserta. Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Dewan Pembina DPW ICDN Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menyampaikan pengakuan personal yang mengejutkan terkait identitas sukunya di hadapan peserta Muswil.
Pada kesempatan tersebut, Ria Norsan mengungkap bahwa dirinya memiliki tiga garis keturunan suku berbeda, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa, sehingga ia mengaku bingung untuk menyebutkan suku apa yang paling tepat mewakili dirinya.
“Saya bingung mau mengaku suku apa, karena nenek saya Melayu, dari ibu ada keturunan Tionghoa, dan dari kakek saya Dayak Uut Danum yang pernah tinggal di Serawai dan masih keluarga dekat dengan Prof. Alamsyah Reom. Jadi saya bilang saja: suku Indonesia,” ujar Ria Norsan, yang disambut tepuk tangan meriah para peserta Muswil.
Dalam sambutannya setelah pengukuhan pengurus DPW ICDN Kalbar, Ria Norsan menegaskan bahwa ICDN harus mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat melalui kontribusi nyata para cendekiawan dalam mencetak SDM unggul, berdaya saing, dan kompetitif. Ia berharap ICDN menjadi motor perubahan, bukan sekadar organisasi simbolis, tetapi kekuatan intelektual yang melahirkan pemikiran dan solusi nyata untuk tantangan pembangunan.
Kegiatan Pelantikan Pengurus DPW ICDN Kalbar dan DPD Kabupaten/Kota periode 2025–2030, yang menjadi bagian dari rangkaian Muswil II ICDN, berlangsung di Aula Hotel Dangau, Kubu Raya. Muswil tersebut juga menetapkan Heri Saman, S.H., M.H., sebagai Ketua Umum DPW ICDN Kalbar, yang terpilih secara aklamasi dan dikukuhkan langsung oleh Gubernur Kalbar bersama Prof. Bahari sebagai Sekretaris Umum.

Acara Muswil turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya: Dr. Adrianus Asia Sidot, anggota DPR RI Komisi IV dan Ketua Umum DPW ICDN Kalbar periode sebelumnya, Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat,
Ferdi Willy Midel Yoseph, Ketua Harian DPN ICDN dan Para Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ICDN.
Melalui forum strategis ini, ICDN diharapkan mampu memperkuat peran cendekiawan Dayak dalam membangun kolaborasi, memperluas sinergi, dan memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Kalimantan Barat serta mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.





