
Pontianak, detikborneo.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat menetapkan Heri Saman, S.H., M.H. sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ICDN Kalbar melalui keputusan aklamasi. Kegiatan tersebut sekaligus diikuti dengan Pengukuhan Pengurus DPW ICDN Kalimantan Barat Periode 2025–2030 oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. pada (21/11/2025) Aula hotel Dangau Kubu Raya.
Turut hadir dalam acara tersebut Dr. Adrianus Asia Sidot anggota DPR RI dan Ketua DPW ICDN Kalbar periode yang lalu, tampak juga Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, serta sejumlah tokoh dan Ketua cendekiawan Dayak dari 14 daerah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Kalimantan Barat serta para Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) .

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN ICDN, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M, menyampaikan apresiasi besar atas soliditas dan proses muswil yang berlangsung penuh suasana persaudaraan dan persatuan.
Dr. Willy menegaskan bahwa ICDN akan semakin aktif bergerak ke depan, baik dalam pendokumentasian persoalan masyarakat, menyuarakan aspirasi Dayak kepada pemerintah, maupun melakukan sosialisasi dan edukasi kepada publik demi menjaga kebersamaan dan persatuan.
“Garis merah perjuangan kita adalah mempersiapkan sumber daya manusia Dayak—yang berkarakter kuat, berakhlak, mencintai negeri, siap memimpin, dan mampu memikul tanggung jawab bangsa di masa depan,” tegasnya.
ICDN Bukan Pemecah Belah, Tetapi Pemersatu
Dr. Willy menegaskan bahwa ICDN tidak lahir untuk perpecahan, melainkan menjadi wadah rekonsiliasi terutama pasca dinamika politik dan pilkada.
“Dalam politik ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi setelah selesai, kita harus kembali bersatu. Jangan bawa luka lama ke masa depan. Persatuan lebih penting daripada permusuhan,” ujarnya.
Ia mencontohkan teladan rekonsiliasi antara Prof. Adri Paton dan Gubernur Kaltara yang saling bersalaman dan kembali bersatu setelah kompetisi politik berakhir.
Kisah Menginspirasi tentang Ketulusan Perjuangan
Dalam pidatonya, Dr. Willy juga mengingat kembali sosok Prof. H. Alamsyah Roem seorang tokoh Dayak Ut Danum yang mengatakan dengan keteguhan hati:
“Perjuanganku tidak datang dengan kenyamanan.”
Baginya, sosok tersebut mencerminkan perjuangan yang tulus tanpa pamrih dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Dayak.
“Semua anak Dayak adalah saudara, apapun latar belakangnya. Tidak ada stigma bahwa yang berbeda keyakinan tidak diterima. Kita satu darah, satu tanah, satu perjuangan,” tegasnya.
Mengakhiri pidato, Dr. Willy menyerukan semangat persatuan:
“Mari kita bangun masa depan Dayak yang bersatu, bermartabat, dan berdaulat dalam ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan. Jika kita bersatu, tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kita.”
Terpilihnya Heri Saman dan pengukuhan pengurus ICDN Kalbar periode 2025–2030 menandai era baru penguatan intelektual dan rekonsiliasi strategis masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (Bajare007).





