
Jakarta, detikborneo.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada Senin (22/6/2026). Perayaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berlangsung dengan nuansa budaya Betawi serta semangat menuju usia lima abad Jakarta.
Peringatan tahun ini mengusung semangat “Menuju 5 Abad, Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”, sebagai refleksi perjalanan panjang Jakarta dari masa lalu hingga menjadi kota metropolitan yang terus berkembang menuju kota global.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan berbagai elemen yang telah berkontribusi dalam membangun Jakarta.
“Hari ini kita berkumpul di lapangan Monumen Nasional untuk bersama-sama memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke-499. Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat,” ujar Pramono.
Menurutnya, perjalanan panjang Jakarta bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Menuju lima abad Jakarta, momentum hari ini kita maknai bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ikhtiar lintas generasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya,” katanya.
Dalam rangkaian HUT Jakarta, Pemprov DKI juga memberikan berbagai fasilitas bagi masyarakat, termasuk program layanan transportasi umum dan sejumlah tempat wisata yang dapat dinikmati warga sebagai bagian dari kado ulang tahun Jakarta. Kebijakan tersebut juga diperluas bagi pemegang KTP Republik Indonesia.
Pramono berharap momentum HUT ke-499 Jakarta dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
“Mari jadikan peringatan hari ulang tahun ke-499 Kota Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan optimisme menuju 500 tahun Kota Jakarta yang mendunia,” ajaknya.
Dengan usia yang hampir mencapai lima abad, Jakarta terus diarahkan menjadi kota yang maju, inklusif, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Betawi dan Indonesia.




