
Jakarta, detikborneo.com – Tiara Andini kembali menyapa para penggemarnya dengan karya terbaru berjudul “Dengar”, lagu balada pop yang resmi dirilis pada 3 Oktober 2025. Lagu ini menjadi pembuka menuju peluncuran album keduanya bertajuk Edelweiss yang akan hadir pada 17 Oktober mendatang.
Namun, lebih dari sekadar rilisan musik, “Dengar” menjadi bentuk refleksi personal Tiara tentang perasaan rentan dan tekanan ekspektasi yang sering dihadapi banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, lagu ini disebut menggambarkan sosok yang berusaha keras tampil sempurna di mata orang lain, namun diam-diam menyimpan kelelahan dan kesedihan.
Tiara seolah mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, mendengarkan isi hati, dan menerima bahwa tidak apa-apa menjadi tidak sempurna. Pesan ini terasa begitu relevan di tengah budaya digital yang sering menuntut kesempurnaan tanpa cela. Tiara Andini, yang dikenal melalui vokal lembut dan interpretasi emosionalnya, berhasil menyalurkan nuansa kejujuran yang kuat dalam lagu “Dengar”. Melodi yang sederhana namun menyentuh berpadu dengan lirik yang intim, menciptakan suasana reflektif dan penuh perasaan.
BACA JUGA : Arbani Yasiz Dan Mawar Eva Beradu Akting Dalam Kisah Nyata Film “Sampai Titik Terakhir”
Lagu ini menegaskan bahwa perjalanan musikal Tiara kini semakin matang, bukan hanya dari sisi teknik vokal, tetapi juga kedewasaan emosional dalam bermusik. Album Edelweiss yang akan datang disebut sebagai simbol keteguhan dan keindahan di tengah tekanan. Dengan delapan lagu di dalamnya—lima lagu baru dan tiga lagu lama—album ini diharapkan memperlihatkan sisi lain dari Tiara yang lebih jujur dan berani menampilkan kerentanannya. Selain “Dengar”, Tiara juga akan menghadirkan kembali beberapa lagu lamanya seperti “Bukan Untukku” dan “Kupu-kupu”, yang sebelumnya menjadi favorit para penggemar.
Proyek musik ini menjadi semakin istimewa dengan keterlibatan para musisi ternama seperti Yovie Widianto, Laleilmanino, Andmesh Kamaleng, BIANCADIMAS, S/EEK, dan Adrian Kitut. Kolaborasi ini menambah dimensi musikalitas Tiara, memadukan kekuatan lirik emosional dengan aransemen pop yang hangat dan elegan. Para kolaborator ini dikenal mampu menghadirkan sentuhan khas yang memperkaya karakter setiap lagu tanpa menghilangkan identitas vokal Tiara.
Dengan Edelweiss, Tiara tampaknya ingin melangkah lebih jauh dari citra penyanyi muda berbakat menjadi musisi yang punya suara autentik dalam dunia industri musik Indonesia. Ia tidak hanya ingin didengar karena suaranya yang merdu, tetapi juga karena pesannya yang tulus. Lagu “Dengar” menjadi pintu pembuka bagi pendengar untuk mengenal sisi manusiawi Tiara yang mungkin selama ini tersembunyi di balik gemerlap panggung.
Melalui karya terbarunya ini, Tiara Andini tampak mengajak pendengarnya untuk lebih menghargai perasaan sendiri, tidak larut dalam tuntutan kesempurnaan, dan berani menunjukkan sisi rapuh tanpa rasa takut. Lagu “Dengar” bukan hanya sekadar lagu pop, melainkan juga pengingat lembut bahwa setiap manusia berhak didengar, meski dalam keheningan yang paling sunyi sekalipun. (Megi)








