
Surabaya, detikborneo com – Kegiatan Munas GKRI XII hari kedua, Puncaknya Munas. Rapat pleno hari kedua (Rabu,15 Oktober 2025) dihadiri oleh seluruh peserta dari sembilan daerah yang ada di Indonesia.
Arti kata “Pleno” berasal dari bahasa Latin plenus yang berarti penuh atau lengkap. Jadi, rapat pleno adalah rapat resmi yang melibatkan seluruh peserta. Berdasarkan keterangan panitia rapat Pleno sangat layak dilakukan karena telah memenuhi syarat kehadiran. Tidak heran pimpinan musyawarah yang diketuai oleh Pdt. Sahat Parulian Nadeak pun dibuka.
BACA JUGA : Wagub Jatim Emil Dardak Resmi Buka Munas XII GKRI di Surabaya
Rapat Pleno hari kedua yang dilaksanakan di Hotel Luminor terdiri dari 4 Pleno.
Pleno 1 meliputi: Laporan Kerja MPS ( 2021-2025), Laporan penerimaan Jemaat Lokal Baru, MPS & MD 2021-2025 Demisioner.
Rapat pleno 2 membahas: tentang pengesahan Revisi Tata Gereja & Tata Laksana GKRI.
Rapat Pleno 3 membahas pengesahan hasil Pokja yang terdiri tiga pokok penting. Adapun Pokja satu mendiskusikan tantang pembekalan Calon pendeta & penginjil. Pokja dua mendiskusikan mengenai Status Hukum & aset GKRI. Pokja dua membahas program SDM & Regenerasi Kepemimpinan.
Rapat Pleno 4 merupakan puncak dari Munas GKRI XII. Pleno 4 terkait pemilihan ketua Umum dan Sekum MPS 2025-2029. Penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan Ketua dan Sekum 2025-2029.

Berdasarkan pengamatan dilapangan semua kegiatan hari kedua sangat kondusif. Intrupsi hampir tidak ada, sekalipun beberapa pimpinan sidang sering keseleo menyebutkan kata: “Musyawarah dengan kata Sidang”. Mengapa tidak banyak intrupsi karena suasana musyawarah bersifat kekeluargaan dan partisifasif. Mudah-mudahan kata “Musyawarah ” terus dihidupi saat menuju puncaknya di pleno Empat memilih pimpinan di GKRI empat tahun mendatang. (Paran)




