
Surabaya, detikborneo.com – Memasuki Pleno IV, suasana Musyawarah Nasional Sinode GKRI berlangsung penuh keterbukaan dan semangat persaudaraan. Pimpinan sidang bersama timnya dengan bijak mengakomodasi berbagai masukan serta menjawab setiap pertanyaan dari peserta musyawarah, terutama yang berkaitan dengan proses dan tata cara pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GKRI periode 2025–2029.
Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Sinode telah menyerahkan nama-nama bakal calon Ketua Umum dan Sekretaris Umum kepada Panitia Musyawarah dalam amplop yang tersegel. Setelah dibuka dan diverifikasi, pimpinan musyawarah menetapkan lima calon Ketua Umum dan tiga calon Sekretaris Umum yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pemilihan.
BACA JUGA : Hari Kedua Munas GKRI XII Masuk Pleno Puncak: Pemilihan Ketua Umum dan Sekum 2025-2029

Adapun kelima calon Ketua Umum yang ditetapkan ialah:
- Pdt. Heru Tri Budiyanto (GKRI Diaspora Harmoni)
- Pdt. Hiras Tambunan (GKRI Koinonia Balikpapan)
- Pdt. Poltak Sibarani (GKRI Hidup Baru)
- Pdt. Gani Kalangit (GKRI Basilea Jakarta)
- Pdt. Obet Rubianto (GKRI Dunamis Yogyakarta).
Proses pemilihan berlangsung tertib dan demokratis. Setiap peserta musyawarah menuliskan nama calon pilihannya di surat suara, lalu memasukkannya ke dalam kotak suara yang telah disediakan. Dari hasil rekapitulasi, terdapat 82 suara langsung dan 7 suara daring (via Zoom), sehingga total keseluruhan suara berjumlah 89 suara.
Proses penghitungan suara berjalan dengan penuh antusiasme. Sejak awal, persaingan ketat tampak antara Pdt. Hiras Tambunan dan Pdt. Heru Tri Budi. Akhirnya, hasil akhir menunjukkan bahwa Pdt. Heru Tri Budi memperoleh suara terbanyak dengan 32 suara, disusul oleh Pdt. Hiras Tambunan (29 suara), Pdt. Gani Kalangit (14 suara), Pdt. Poltak Sibarani (12 suara), dan Pdt. Obet Rubianto (2 suara). Dengan demikian, Pdt. Heru Tri Budi resmi terpilih sebagai Ketua Umum Sinode GKRI periode 2025–2029.
Selanjutnya, sidang berlanjut pada pemilihan Sekretaris Umum. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, pimpinan musyawarah menanyakan kesediaan dua calon yang diusulkan, yakni Pdt. Gani Kalangit dan Pdt. Poltak Sibarani. Setelah keduanya menyampaikan sikap, Pdt. Poltak Sibarani menyatakan tidak bersedia, sedangkan Pdt. Gani Kalangit menyatakan kesediaannya. Dengan demikian, secara sah Pdt. Gani Kalangit ditetapkan sebagai Sekretaris Umum Sinode GKRI periode 2025–2029.
Seluruh proses berlangsung dalam suasana yang kondusif, penuh keakraban, dan diselingi canda tawa yang mencerminkan kasih persaudaraan di antara para peserta musyawarah. Tidak tampak ketegangan meski kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara musyawarah nasional.
Akhirnya, seluruh peserta menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pemimpin terpilih. Harapan besar mengalir agar Pdt. Heru Tri Budi dan Pdt. Gani Kalangit mampu membawa GKRI menuju arah yang lebih baik, lebih berdampak bagi gereja-gereja lokal, serta memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Kiranya kepemimpinan baru ini tidak hanya menghadirkan kata-kata, tetapi juga tindakan nyata — dengan semangat dan keberanian yang sama seperti para pendahulu dalam menakhodai GKRI.





