
Tangerang, detikborneo.com – Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa, KH. Nur Rohman, menegaskan bahwa dakwah tidak cukup hanya melalui ceramah, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial kepada Bu Meliya, istri dari seorang penyintas stroke yang telah menderita sakit selama enam tahun. Bantuan diserahkan di Pendopo Ndalem KH. Ma’ruf Irsyad El Quds usai pengajian rutin pada Minggu (2/8/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, KH. Nur Rohman didampingi Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Tangerang, Karjoni, S.E., serta Dewan Pembina DPD SWI Kabupaten Tangerang, Imam Suwandi, M.I.Kom.Menurut KH. Nur Rohman, dakwah harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi maupun kesehatan.
BACA JUGA : KH. Nur Rohman Gandeng DPD SWI Kabupaten Tangerang Dalam Dakwahnya
Karena itu, Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa terus mendorong lahirnya budaya sedekah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Saya berharap dan mengajak para jamaah dan santri agar mampu melaksanakan praktik sedekah dan aksi peduli sosial. Jangan sampai kita banyak mengaji dan belajar tapi tidak peduli pada tetangga yang tidak punya beras untuk makan. Kita mesti peka dan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gus Nur Rohman.
Kiai kelahiran Kudus tersebut juga mengingatkan bahwa umat Islam seharusnya menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat dan membantu sesama, bukan hanya bergantung pada bantuan orang lain. “Umat Islam hendaknya bisa menjadi orang yang mampu menolong sesama bukannya menjadi orang lemah yang berharap pada bantuan,” tambahnya.
KH. Nur Rohman juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari jamaah, santri, para donatur hingga berbagai lembaga, termasuk DPD SWI Kabupaten Tangerang, untuk bersama-sama membangun gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang, Karjoni, menyampaikan apresiasinya terhadap program kemanusiaan yang diinisiasi Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa. Menurutnya, sinergi antara organisasi pers dan lembaga keagamaan menjadi langkah positif dalam memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.
“Kita bersama Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa bekerja sama dalam aksi peduli sosial. Selain tupoksi kita sebagai organisasi pers, kita memiliki program SWI Peduli yang dapat bersinergi dengan masyarakat dan berbagai lembaga, termasuk pondok pesantren,” kata Karjoni.
Ia menjelaskan, program SWI Peduli selama ini telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya santunan anak yatim, program Jumat Berkah, penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang membutuhkan, hingga membantu keluarga yang mengalami kendala pengambilan ijazah karena kesulitan ekonomi.
Kolaborasi antara Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa dan DPD SWI Kabupaten Tangerang diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari gerakan kepedulian sosial tersebut.
Melalui sinergi dakwah dan aksi kemanusiaan, kedua lembaga ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap sesama sebagai bagian dari penguatan solidaritas sosial di Kabupaten Tangerang.(Red*/Jon/Ims)




