
Jakarta, detikborneo.com – Semangat persatuan dan kesatuan bangsa berkumandang di Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) usai menerima undangan kehormatan dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) untuk berpartisipasi dalam upacara parade dan defile peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI, yang akan digelar meriah pada tanggal 5 Oktober 2025.
Undangan resmi tersebut, tertuang dalam surat bernomor B/698/IX/2025 berklarifikasi Biasa, yang di keluarkan oleh Staff Teritorial TNI, tertuju kepada Presiden MADN sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi serta jalinan baik yang selama ini terjalin antara TNI dan masyarakat adat Dayak. Surat tersebut didasari oleh Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1818/IX/2025 tentang penugasan sebagai panitia Peringatan HUT ke-80 TNI Tahun 2025 dan Rencana upacara parade dan defile yang melibatkan komponen pendukung (Komduk).

Sebagai wujud komitmen dan rasa bangga, Presiden MADN dengan sigap menunjuk figur Srikandi Dayak, Kolonel Caj (K) Dr. Dra. Gaudensia Diana KF, S.H., M.Hum., M.Si., M.H. sebagai Ketua Panitia Parade dan Defile HUT TNI ke-80 dari MADN, yang akan mengkoordinir partisipasi berbagai ormas dan perkumpulan masyarakat Dayak. Kewenangan penuh diberikan kepada Kolonel Diana untuk membentuk tim solid yang akan memastikan kesuksesan acara ini.
Sementara itu, Albinus Milu, M.Pd., dipercaya oleh panitia pusat HUT TNI ke-80 dari Mabes TNI untuk menjabat sebagai Koordinator Suku Bangsa Dayak, yang akan bertugas sebagai jembatan komunikasi antara panitia pusat dengan Kolonel Diana selaku ketua panitia yang ditugaskan oleh Presiden MADN. Setelah panitia terbentuk di bawah komando Kolonel Diana, disepakati bahwa MADN akan mengirimkan 200 peserta terbaik, dengan rincian 150 orang untuk parade dan 50 orang untuk defile.

Lebih lanjut, Kolonel Diana menyampaikan pesan terbuka kepada seluruh ormas dan perkumpulan masyarakat Dayak, bahkan kepada setiap individu yang memiliki darah Dayak, untuk turut serta berpartisipasi dalam acara ini sebagai wujud kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak surat undangan resmi diterima, panitia yang telah ditunjuk dengan penuh semangat bekerja keras untuk mendata para peserta yang ingin berpartisipasi, mempersiapkan segala keperluan, serta memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Semangat persatuan, gotong royong, dan dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara menjadi landasan utama dalam setiap tahapan persiapan. “Keikutsertaan kita dalam perayaan HUT TNI ke-80 ini bukan hanya sekadar memenuhi undangan, tetapi juga merupakan panggilan jiwa untuk menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang besar, beragam, dan menjunjung tinggi persatuan,” ujar Kolonel Diana penuh semangat.
MADN berharap, partisipasi aktif masyarakat Dayak dalam parade dan defile HUT TNI ke-80 akan semakin mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat sipil, serta menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga keutuhan NKRI. (Binus/Rd)





