
Sampit Kalteng, detikborneo.com – Gelombang protes mengguncang halaman Gedung DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur. Ratusan massa dari Tantara Lawung Adat Mandau Talawang turun ke jalan, membawa simbol adat Mandau dan Talawang sebagai penegasan sikap atas pencabutan rekomendasi KSO yang dinilai tidak transparan.
Spanduk bernada keras terbentang di barisan depan: “Hentikan Menzolimi Masyarakat Adat!!!” hingga “Ketua DPRD Tidak Cocok Sebagai Pejabat Publik.” Aksi itu bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan luapan kekecewaan yang disebut telah lama terpendam.
Massa menilai pencabutan rekomendasi dilakukan sepihak tanpa penjelasan terbuka kepada publik, terutama pihak koperasi dan kelompok tani yang terdampak langsung.

Tegaskan Ini Bukan Sekadar Administrasi
Panglima Mandau Talawang, Ricko Kristolelu, dalam orasinya menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan semata urusan administratif, melainkan menyangkut harga diri dan hak masyarakat adat.
“Kalau keputusan diambil atas nama lembaga, maka harus jelas dasar hukumnya. Jangan rakyat hanya jadi penonton,” tegas Ricko di hadapan massa.
Ia mempertanyakan apakah pencabutan rekomendasi dilakukan sebagai keputusan kolektif lembaga DPRD atau hanya atas nama individu. Menurutnya, DPRD adalah lembaga kolektif-kolegial, sehingga setiap keputusan strategis seharusnya melalui mekanisme resmi dan terbuka.

Desak Aparat Bertindak
Tak berhenti pada tuntutan klarifikasi, massa juga meminta aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang. Mereka menilai keputusan yang berdampak luas terhadap koperasi dan kelompok tani tidak boleh diambil tanpa proses yang akuntabel.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, massa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada penjelasan resmi dan langkah konkret dari pihak terkait.
Bagi Tantara Lawung Adat Mandau Talawang, ini bukan sekadar demonstrasi—melainkan pesan tegas bahwa masyarakat adat siap berdiri di garis depan ketika hak dan martabatnya dipertaruhkan.(Bajare007).




