24.9 C
Singkawang
More
    BerandaBeritaMomentum Kebangkitan Dayak Bersama MADN, BDF Dan DNC Menyatukan Visi Untuk Berjuang...

    Momentum Kebangkitan Dayak Bersama MADN, BDF Dan DNC Menyatukan Visi Untuk Berjuang Bersama

    Kuching Sarawak, detikborneo.com – Pertemuan para Tokoh suku Bangsa Dayak Dunia lama tidak ada kegiatan setelah agenda besar awal tahun 2017 dalam event Dayak International Congress di Pontianak.

    Pada hari jumat-sabtu tanggal 16-17 Desember 2022 di Kuching Sarawak Malaysia dalam agenda pertemuan Annual Meeting Borneo Dayak Forum (BDF) Dan Dayak Nasional Congres (DNC) bertemu bersama guna menyatukan visi kemajuan suku Bangsa Dayak.

    YB DSP Dr. Jeffry Kitingan Presiden Borneo Dayak Forum dalam sidang tahunan mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan warga Kalimantan dan Presiden DNC Mr. Paul Raja.

    Rombongan dari Kalimantan di bawah koordinasi Drs. Agustinus Clarus, selaku Secretary General BDF dan sebagai Kepala Departemen Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MADN, telah membawa team menghadiri acara tersebut. Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) diwakili oleh Dr. Andersius Namsi, Ph.D mewakili Presiden Dr. Drs. Marthin Billa, MM.

    Sekjen MADN Drs. Yakobus Kumis, MH juga hadir bersama istri dan Agus Wijaya, SH, MH Wakil Ketua LBH MADN serta Lawadi Nusah, S.Pd selaku Sekum Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta.

    Dalam keputusan rapat bersama para pengurus BDF, DNC dan MADN disepakati bersama untuk adanya organisasi Dunia menjadi motor penggerak perjuang Suku Bangsa Dayak Sepulau Borneo yakni BORNEO DAYAK FORUM (BDF).

    Poto: Datuk Sri Panglima Dr. Jeffreay Kitingan Presiden Borneo Dayak Forum

    Banyak aspek yang sangat urgen diperjuangkan bersama terkait kesepahaman bahwa penduduk asli pulau Borneo adalah suku Bangsa Dayak dan semua kelompok suku Dayak dipualau Borneo wajib bersatu sebagai wujud penghormatan jati diri asal usul yang mana saat ini masih banyak dimarjinalkan keberadaan dan hak atas hak Ulayat masyarakatnya dirampas.

    Jika memungkinkan sebagai tujuan mulia akan hak atas tanah, tradisi budaya dan religius suku Bangsa Dayak juga dapat segera terdaftar diorganisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai bagian dari milik suku Bangsa Dayak demi kemajuan generasi muda Dayak yang akan datang, ucap Datuk Sri Panglima Dr. Jeffreay Kitingan yang saat ini masih aktif menjabat sebagai wakil gubernur negara bahagian Sabah.

    Poto: Paul Raja President Dayak National Congress

    Paul Raja Presiden DNC yang menjadi penggerak perjuangan Suku Dayak di Sarawak dan Sabah sangat setuju agar semua Suku Bangsa Dayak bersatu dan berjuang bersama untuk kemajuan yang adil terhadap semua kesempatan diwilayahnya. Masyarakat Suku Bangsa Dayak jangan malu mengaku jati dirinya karena jika kita mengabaikan maka hilanglah sudah identitas suku Bangsa Dayak dibumi Borneo dan jika sudah dipunahkan identitas suku Bangsa Dayak oleh orang lain jangan bisa berharap banyak, ucapnya.

    Patut untuk diintropeksi bersama keberadaan suku Dayak di Sarawak populasi terbesar dari suku lain dan miris karena masih berjuang sendiri-sendiri dalam sejarah belum pernah jabatan Gubernurnya asli orang Dayak.

    Poto: Bunie Japah Ketua Paniyia menyerahkan cendramata untuk MADN

    Ada banyak aspek faktor penyebab gagalnya suku Dayak di Sarawak memimpin ditanahnya sendiri sejak bergabung dengan Malaysia tahun

    1. Dayak di Sarawak tidak kompak dan cenderung berjuang sendiri-sendiri atas nama kelompok kecilnya karena ada yang diduga masih malu mengaku suku Dayak.
    2. Politikus Dayak diserawak ada disemua partai sehingga suara mudah terpecah belah sehingga sangat mudah dikalahkan.
    3. Money Politik masih rentan terjadi di Serawak terhadap suku Dayak sehingga mudah melupakan tujuan bersama untuk merebut kekuasaan dinegara bagiannya.

    Dr. Andersius Namsi, Ph.D wakil Presiden Bidang Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menyampaikan terima kasih atas undangan dari Panitia untuk mengikuti kegiatan internasional ini demi menyatukan visi bersama untuk kemajuan Suku Bangsa Dayak, ucapnya.

    Poto: Dr. Andersius Namsi, Ph.D (Wapres MADN) dan Datuk Sri Pangliama Dr. Jeffrey Kitingan (Presiden BDF).

    Momentum pertemuan hari ini biarlah menjadi kebangkitan baru untuk suku bangsa Dayak diajang internasional, bagaimana manapun suku bangsa Dayak yang memiliki kurang lebih 600 sub suku dan bahasanya yang berbeda-beda di Kalimantan, Sarawak dan Sabah sebagai modal atas identitas suku Bangsa Dayak. Jika ini tidak kita kelola dengan baik dengan arif dan bijaksana maka pihak-pihak luar sangat senang untuk menghambat kemajuan dan independensi diwilayahnya, maka dipertemuaan yang sangat bersejarah ini wajib kiranya kita harus tetap bersatu demi kelangsungan hidup suku Bangsa Dayak ditanahnya sendiri, katanya.

    Setelah rapat pertemuan pengurus BDF dilakukan penyerahan Buku Rekomendasi Kongres Internasional Dayak Pertama oleh Drs. Yakobus Kumis, MH (sekjen MADN) kepada Datuk Ari Panglima Dr. Jeffreay Kitingan dilanjutkan juga oleh Drs.Agustinus Clarus menyerahkan buku Hasil Riset Intelektual Dayak dari BDF kerjasama organisasi Intelektual dari Philipina.

    Galadiner malam sabtu banyak tamu tokoh-tokoh Dayak Sarawak, Sabah dan Kalimantan yang hadir diantaranya: Mr. Dr. Dusit Jaul, Mr. Jalumin Bayogoh, Mr. Ricard Lias, dan lainya. Doa makan malam dipimpin oleh Mr. Michael Jok lanjut Pidato Paul Raja dan DSP Dr. Jefferay Kitingan serta dihibur tarian Dayak Bidayuh dan Dayak Iban juga hiburan Karoke dimulai oleh Presiden BDF dan Sekjen MADN.hingga pukul 24.00 waktu setempat. (Bajare007)

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini