
Jakarta, detikborneo.com – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang direncanakan di Jakarta menghadapi ketidakpastian. Setelah dua kali mengalami perubahan jadwal, kegiatan yang terakhir dikonfirmasi akan berlangsung pada 27–28 November 2026 itu dikabarkan kembali mengalami penundaan hingga tahun depan. Adapun agenda utama yang akan dibahas dalam Munas adalah pemilihan Presiden MADN yang sudah berakhir.
Ketua Panitia Munas VI MADN, Tamunan Kiting, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penundaan tersebut berkaitan dengan kondisi bencana asap dan karhutla yang parah di Kalimantan yang terjadi hingga saat ini. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan Munas VI MADN.
- Baca juga: Semangat Baru: Tiga Kandidat Kuat Presiden MADN Dukung Penuh Film Dayak Kolosal di Balikpapan
Situasi ini memunculkan harapan agar pelaksanaan agenda nasional masyarakat adat Dayak tersebut tetap dapat terlaksana dengan mempertimbangkan kesiapan daerah sebagai alternatif lokasi penyelenggaraan.
Anggota Penasihat Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, Yulius Aho, S.H., menyatakan bahwa apabila terdapat kendala teknis untuk penyelenggaraan di Jakarta, panitia dapat berkoordinasi dengan sejumlah daerah di Kalimantan yang berpotensi menjadi tuan rumah.
“Jika ada kendala teknis di Jakarta, silakan dikonfirmasi dengan daerah-daerah di Kalimantan yang siap menjadi tuan rumah. Kemungkinan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur siap, karena jika kegiatan didaerah bisa menambah aura postif meningkatkan sektor UMKM Dayak dan lebih dekat dengan masyarakat adat” ujar Yulius Aho.
Menurutnya, penyelenggaraan Munas VI MADN di Kalimantan juga dapat dikemas dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar rakyat.
Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadikan Munas VI MADN tidak hanya sebagai forum musyawarah organisasi, tetapi juga sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat Dayak, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kalimantan Siap Menjadi Alternatif
Kesiapan Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur sebagai calon tuan rumah menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh panitia dan jajaran MADN.
Apabila opsi tersebut ditindaklanjuti, diperlukan koordinasi antara panitia pusat, pengurus MADN, pemerintah daerah, serta lembaga adat di daerah untuk membahas kesiapan tempat, pembiayaan, akomodasi, dan rangkaian kegiatan.
Hingga saat ini, kepastian mengenai lokasi dan jadwal terbaru Munas VI MADN masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Masyarakat adat Dayak di berbagai daerah tentu berharap agenda nasional ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga menjadi ruang konsolidasi organisasi, memperkuat persatuan, serta merumuskan langkah strategis bagi masa depan masyarakat Dayak di Indonesia. ( Bajare007 )





