
Khucing, detikborneo.com – Perayaan Gawai Dayak 2026 di Sarawak, Malaysia, berlangsung meriah dengan digelarnya Perarakan Niti Daun, salah satu acara budaya terbesar yang menampilkan kekayaan adat dan warisan masyarakat Dayak. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Sambutan Gawai Dayak Peringkat Sarawak 2026 yang dipusatkan di Kuching.
Perarakan Niti Daun digelar pada 20 Juni 2026 dengan rute yang melintasi kawasan pusat Kota Kuching, dimulai dari sekitar Tun Jugah Shopping Centre menuju kawasan bersejarah Square Tower Kuching. Acara ini menghadirkan ratusan rombongan budaya dengan pakaian tradisional, tarian, musik gong, serta berbagai simbol adat Dayak.
Sebanyak 114 kontingen dilaporkan ikut ambil bagian dalam perarakan tahun ini, dengan sekitar 5.000 peserta memenuhi jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer. Ribuan masyarakat dan wisatawan menyaksikan parade budaya yang memperlihatkan keberagaman suku Dayak di Sarawak.
Niti Daun menjadi ruang bagi masyarakat Dayak untuk memperkenalkan identitas budaya melalui busana adat, seni tari, alat musik tradisional, serta semangat kebersamaan antar komunitas. Tahun 2026, komunitas Iban dipercaya menjadi penggerak utama dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Selain parade, rangkaian kegiatan juga diawali dengan upacara adat Miring, sebuah ritual tradisional sebagai bentuk penghormatan dan permohonan berkat dalam budaya Dayak sebelum kegiatan utama berlangsung.
Ketua panitia dan pemerintah Sarawak menilai Niti Daun bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol persatuan masyarakat Dayak serta upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda dan dunia internasional.
Perayaan Gawai Dayak sendiri merupakan momentum penting bagi masyarakat Dayak Sarawak untuk merayakan rasa syukur, mempererat hubungan keluarga dan komunitas, serta mempertahankan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. (Red)




