
Samarinda, detikborneo.com – Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) resmi memasuki babak baru kepemimpinan untuk masa bakti 2026–2031. Jajaran pengurus terpilih dijadwalkan akan dikukuhkan dalam upacara pelantikan yang berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda.
Pelantikan akan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina PDKT, Dr. H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si., M.H. , sebagai bentuk pengesahan resmi kepengurusan baru organisasi tersebut. Acara ini juga dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur , Wakil Gubernur , serta berbagai tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan undangan dari lintas elemen.
Dalam kepengurusan periode 2026–2031, amanah Ketua Umum dipercayakan kepada Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si. Ia akan didampingi oleh Dr. Ir. Marten Apuy, M.Si sebagai Sekretaris Umum dan Paulus Adam, S.H., M.Kn sebagai Bendahara Umum. Sementara itu, pelaksanaan acara pelantikan diketuai oleh Hermanto Cigot, S.H.
Sejarah Singkat PDKT
Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) merupakan organisasi kemasyarakatan berbasis kekeluargaan yang dikenal sebagai salah satu organisasi induk masyarakat Dayak pertama di Kalimantan Timur. Organisasi ini berawal dari berdirinya Ikatan Keluarga Dayak Samarinda (IKDS) pada tahun 1980.

Dalam perkembangannya, organisasi tersebut kemudian berubah nama menjadi Ikatan Keluarga Dayak Kalimantan Timur (IKDKT) pada periode 1983–1987 dengan Otto Liah, S.H., sebagai Ketua Umum dan Lion Ukap Christian sebagai Sekretaris Umum. Namun, pada periode 1987–1988, kepengurusan Otto Liah, S.H., dan Lion Christian organisasi mengalami stagnasi akibat dinamika politik di Kalimantan Timur saat itu.
Pada tahun 1990, melalui mediasi , konflik internal berhasil diselesaikan dan melahirkan wadah baru bernama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat Dayak Sejahtera (LP2SM), dipimpin oleh F. Welly Ling Tingang (Ketua Umum) dan Drs. Firminus Kunum Bang ( Sekretaris Umum ).
Selanjutnya, pada 23 Desember 1992, LP2SM membentuk Panitia Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Timur (MDKT). Musyawarah besar yang digelar di Samarinda pada 30 Maret hingga 3 April 1993 dihadiri sekitar 250 tokoh Dayak se-Kalimantan Timur yang terdiri dari kepala adat, tokoh masyarakat, cendekiawan, hingga pemuda Dayak.
Dari hasil musyawarah tersebut, nama organisasi resmi berubah menjadi Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) dengan sebagai Ketua Umum Ir. Rama A Asia dan Drs. Firminus Kunum Bang sebagai Sekretaris Umum.
PDKT mengusung motto KASIH: Kompak, Aktif, Sejahtera, Informatif, dan Harmonis, dengan visi mewujudkan masyarakat Dayak yang beriman, berkualitas, mandiri, adil, merata, dan bersatu menuju kesejahteraan lahir dan batin.
Dalam perjalanan organisasi, sejumlah tokoh pernah memimpin PDKT, menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum di antaranya:
- Periode 1997–2001: Drs. Marthinus F. Tennes dan Drs. Yakobus Bayau Lung.
- Periode 2001–2006: Drs. Marthin Billa, M.M. dan dr. Yohanes Libut
- Periode 2006–2011: Dr. Drs. Marthin Billa, M.M dan Drs. Firminus Kunum, M.Si.
- Periode 2011–2016: H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si., dan Drs. E.Thamus Bodjer, M.M.
- Periode 2016–2021: Dr. H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si., M.H. dan Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si.
Salam PDKT: “Dayak Maju, Dayak Bersatu, PDKT Jaya.”
Menurut , sejak awal berdiri PDKT berperan sebagai wadah pemersatu masyarakat Dayak, pelestari budaya leluhur, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“PDKT konsisten mengawal hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan martabat masyarakat Dayak di tengah dinamika pembangunan Kalimantan Timur,” ujarnya.
Komitmen Ketua Umum Terpilih
Pada mubes PDKT Ke tujuh di Ibu Kota Nusantara ( IKN ) Sepaku pada tanggal 24 Januari 2026 Ketua Umum Terpilih Dr. Yulianus Henock Sumual, S..H., M.Si menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga memohon dukungan dan doa restu dari seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Kalimantan Timur agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik.
Dalam pernyataannya, Henock menyampaikan tiga komitmen utama PDKT ke depan.

“Sebagai induk organisasi Dayak yang lahir pertama di Kalimantan Timur, PDKT akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh suku dan golongan di daerah ini. Kami bertekad menjaga ketenteraman, keamanan, dan kondusivitas wilayah Kalimantan Timur maupun kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), agar pembangunan berjalan damai dan membawa kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDKT juga akan menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah.
“PDKT akan menjalankan fungsi check and balance. Kami mendukung setiap program pemerintah pusat maupun daerah yang berpihak kepada rakyat dan membawa kemaslahatan umum, serta tetap kritis terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang demi terciptanya keadilan bersama,” lanjut Henock.
Terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat Dayak, ia menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama organisasi.
- Baca juga: Dr. Yulianus Henok Siap Dilantik Jadi Ketua Bamagnas Kaltim, Gubernur Rudi Mas’ud Dipastikan Hadir
“PDKT tidak akan berhenti memperjuangkan hak-hak masyarakat Dayak yang masih tertinggal, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kami ingin generasi muda Dayak memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan mampu bersaing di berbagai bidang,” katanya.
Sementara itu, Hermanto Cigot, S.H., Ketua Panitia mengimbau seluruh pengurus yang akan dilantik agar hadir tepat waktu dan mengenakan pakaian adat maupun pakaian resmi demi menjaga kekhidmatan acara.
Dengan kepemimpinan baru ini, PDKT diharapkan terus tumbuh sebagai organisasi yang kuat, bersatu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Timur menuju daerah yang makmur, harmonis, dan bermartabat. ( Lawadi )





