
Jakarta, detikborneo.com – Suasana penuh semangat kebangsaan menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu, 5 Oktober 2025, ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 dengan tema besar “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”. Di antara barisan pasukan yang gagah dan defile kendaraan tempur modern, tampil istimewa Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) bersama ratusan masyarakat adat Dayak dari berbagai provinsi di Nusantara.
Mereka memukau ribuan penonton dengan busana adat megah, tarian perang, dan simbol-simbol kearifan lokal Dayak yang menggugah rasa bangga dan persatuan nasional. Kehadiran masyarakat Dayak dalam parade berskala nasional ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bukti konkret bahwa suku Dayak merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa Indonesia, yang setia menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Presiden MADN, Dr. Drs. Marthin Billa, MM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas undangan resmi yang diberikan kepada masyarakat adat Dayak untuk berpartisipasi dalam Parade dan Defile HUT TNI ke-80. Apresiasi ini tertuang melalui surat resmi TNI bernomor B/698/IX/2025, berkualifikasi Biasa, yang dikeluarkan oleh Staf Teritorial TNI (Ster TNI) dan ditujukan langsung kepada Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. Drs. Marthin Billa, MM.

Surat tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jalinan baik yang selama ini telah terbangun antara TNI dan masyarakat adat Dayak, yang selalu mendukung upaya-upaya pelestarian nilai kebangsaan dan bela negara. Dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1818/IX/2025, tentang penugasan panitia Peringatan HUT ke-80 TNI Tahun 2025, yang melibatkan Komponen Pendukung (Komduk) dari berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan ini turut difasilitasi oleh Paban III/Tahwil Ster TNI Kolonel Inf Jacky Ariestanto, S.Sos., M.Sos., dan Pabandya-1/Bingeografi Paban III/Tahwil Ster TNI Letkol Inf Fairuzzabadi, S.H., yang menjadi penghubung utama antara TNI dan MADN. Melalui koordinasi yang baik dan komunikasi yang intensif, kehadiran masyarakat Dayak dapat terorganisasi dengan tertib, aman, dan penuh semangat nasionalisme.
“Apresiasi ini menegaskan bahwa kehadiran masyarakat adat Dayak bukan hanya pelengkap dalam kegiatan kenegaraan, tetapi bagian penting yang memperkaya keberagaman budaya nasional Indonesia serta sebagai mitra dalam menjaga persatuan dan kedaulatan negara,”ungkapnya.
Presiden MADN Dr. Drs. Marthin Billa, MM, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Dewan Adat Dayak (DAD) se-Indonesia, komunitas Dayak di perantauan, serta organisasi Dayak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. “Partisipasi kita di HUT TNI ke-80 ini bukan hal kecil. Ini momentum besar yang menunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa Dayak hadir, kompak, dan cinta NKRI,” ungkap Marthin Billa.
Presiden MADN juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para donatur dan relawan yang telah membantu tanpa pamrih baik dalam penyediaan atau membantu mobil transportasi untuk mahasiswa (PP) serta konsumsi peserta selama kegiatan, baik saat gladi resik (GR) maupun hari pelaksanaan. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata dari semangat gotong royong dan solidaritas Dayak lintas daerah. Marthin menegaskan bahwa tanpa dukungan semua pihak, kehadiran masyarakat Dayak dalam parade besar ini tidak akan semeriah dan sesukses yang terlihat. Keberhasilan besar partisipasi masyarakat Dayak dalam Parade HUT TNI ke-80 tidak lepas dari koordinasi yang solid, kerja keras, dan semangat kebersamaan seluruh elemen Dayak yang tergabung di bawah Majelis Adat Dayak Nasional (MADN).
Persiapan kegiatan ini dijalankan dengan disiplin tinggi, mulai dari tahap perencanaan, latihan, hingga pelaksanaan di lapangan, yang melibatkan berbagai komunitas dan organisasi Dayak dari berbagai daerah. Di bawah kepemimpinan Kolonel Caj (K) Dr. Dra. Gaudensia Diana KF, S.H., M.Hum., M.Si., M.H. sebagai Ketua Panitia dari MADN, seluruh tim mampu mengoordinasikan ratusan peserta secara tertib dan profesional. Ia dibantu oleh jajaran panitia inti yang bekerja tanpa lelah selama persiapan, antara lain: Ketua: Kolonel Caj (K) Dr. Dra. Gaudensia Diana KF, S.H., M.Hum., M.Si., M.H, Wakil Ketua: Thoeseng T.T. Asang, S.Hut., M.M., Sekretaris: Albinus Milu, M.Pd, Sekretariat: Kurniawati, Bendahara: Jeffrai Andreas Esrom, S.E, Koordinator Lapangan: Herkulanus Pitus, S.Th., M.Th. Koordinator Konsumsi: Selvie, S.Pd. dan Siska. Melalui kepemimpinan yang efektif dan komunikasi lintas daerah yang intens, seluruh proses persiapan berjalan rapi dan terarah.

“Kehadiran lebih dari 300 masyarakat Suku Dayak dengan atribut budaya lengkap adalah bukti nyata semangat persatuan kita. Kita bukan hanya tampil, tapi juga menunjukkan disiplin dan rasa hormat terhadap bangsa,” ujar Kolonel Gaudensia Diana KF.
Koordinasi yang kuat ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara generasi tua dan muda Dayak, antara tokoh adat, perempuan Dayak, dan mahasiswa yang bekerja bersama dalam satu semangat — Dayak Bersatu untuk Indonesia.Dalam setiap rapat koordinasi dan latihan gabungan, para peserta menunjukkan komitmen tinggi untuk tampil maksimal di hadapan publik nasional. Tidak hanya menonjolkan keindahan budaya, tetapi juga memperlihatkan karakter Dayak yang disiplin, tertib, dan profesional.Menurut Albinus Milu, M.Pd., selaku narahubung MADN dengan Panitia Mabes TNI, semangat gotong royong menjadi kunci utama kesuksesan kegiatan ini.
BACA JUGA : Presiden MADN Buka Rakernas III dan Lakonas Sekaligus HUT ke-2 LPDN di Jakarta
“Kami melihat semangat luar biasa dari setiap peserta, baik yang datang dari Kalimantan maupun dari perantauan di Jabodetabek. Semua bekerja dengan hati, tanpa pamrih, demi nama baik Suku Dayak,” ujarnya. Kesolidan dan semangat kebersamaan ini membuktikan bahwa masyarakat Dayak memiliki kapasitas organisasi dan disiplin sosial yang tinggi, setara dengan kegiatan kenegaraan berskala nasional lainnya.
Keterlibatan aktif kaum perempuan dan generasi muda dalam struktur panitia juga memperlihatkan wajah Dayak modern yang inklusif dan berdaya. Dengan koordinasi yang matang, sinergi lintas komunitas, serta tekad yang kuat untuk menampilkan yang terbaik, MADN berhasil mengharumkan nama Suku Dayak dalam momentum bersejarah HUT TNI ke-80 — memperlihatkan bahwa persatuan dan profesionalisme adalah kunci kejayaan Dayak di masa depan.
Presiden MADN juga memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah tokoh dan komunitas yang berkontribusi besar dalam kegiatan ini, antara lain: Bapak H. Agustiar Sabran S.Ikom, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Tengah, Bapak Prof. Dr. Andrie Elia Embang, SE., M.Si, ketua harian DAD Prov Kalteng yang langsung memimpin rombongan, beserta Damang dan Ibu Merry Anitha, SE, selaku Kepala Sekretariat DAD Provinsi Kalimantan Tengah, yang telah mengkoordinir pengiriman 50 orang peserta dari DAD Provinsi Kalteng. Kehadiran kontingen Kalteng sangat diapresiasi dan memperkuat kehadiran Dayak dalam acara tersebut. Ketua Umum DAD DKI Jakarta, atas dukungan penuhnya yang tak ternilai dalam setiap tahapan persiapan dan pelaksanaan. Panglima Bakormad Nasional, yang telah menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi dalam mengamankan dan mengatur barisan masyarakat Dayak.

Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN), atas partisipasi aktif para Srikandi Dayak yang memancarkan keanggunan dan kekuatan perempuan Dayak.
Ketua Umum Komunitas Pangkalima Bajuju Kalteng, atas semangat juang yang membara dalam melestarikan budaya dan tradisi Dayak.
Ketua Umum Forum Dayak Kalbar Jakarta (FDKJ), atas soliditas dan kekompakan anggotanya dalam mempromosikan budaya Dayak Kalimantan Barat di Ibu Kota.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Dayak Kenyah Kaltim Jakarta (KDKJ), atas kebersamaan dan dukungan yang luar biasa dalam menjaga tali silaturahmi antar warga Dayak Kenyah di perantauan.
Ketua Umum Persatuan Dayak Lundaye (PDL) Kaltara Jakarta, atas partisipasi yang membanggakan dalam mempromosikan keindahan budaya Dayak Lundaye dari Kalimantan Utara.
Ketua Umum Forum Pemuda Kalimantan Barat (FPKB) atas semangat kepemudaan yang menggelora dalam memajukan pembangunan di Kalimantan Barat.
Ketua Kalbar FC atas kontribusinya dalam memeriahkan acara dengan semangat sportivitas dan kebersamaan.• Ketua Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat, atas partisipasi aktif para pelajar dan mahasiswa yang menjadi harapan masa depan Kalimantan Barat.
Ketua Asrama Mahasiswa STT Setia, yang telah mempercayakan salah satu koordinatornya mahasiswa suku Dayak di STT Setia kepada kami.
Ketua Koordinator Peniup Shofar Nasional, atas partisipasi dan koordinatornya dalam menghadirkan nuansa spiritual dalam perayaan.
Ketua Koordinator TBBR DKI Jakarta, atas dedikasinya dalam menjaga tradisi dan semangat kebersamaan.
“Mereka semua adalah wajah kebanggaan Dayak. Tanpa kerja sama lintas komunitas seperti ini, penampilan hebat kemarin tidak mungkin terwujud,” tutur Marthin Billa.Keterlibatan masyarakat Dayak dalam parade kenegaraan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan persatuan Dayak modern.
Melalui ajang sebesar HUT TNI, masyarakat Dayak menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.“Partisipasi Dayak dalam HUT TNI adalah cermin kecintaan kami terhadap Indonesia. Kami siap menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan berkontribusi dalam sektor-sektor strategis,” ujar Albinus Milu, M.Pd.Presiden MADN berharap kegiatan ini menjadi fondasi kebangkitan generasi muda Dayak — generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai leluhur, namun berpikir maju, profesional, dan berdaya saing global.
Menutup rangkaian kegiatan, Presiden MADN Dr. Drs. Marthin Billa, MM menyerukan pesan yang kuat dan menggugah:“Ke depan, Presiden MADN, ingin agar Dayak tidak lagi melihat dari ormas mana dia berasal, bukan dari komunitas mana dia datang. Yang terpenting, kita semua bersatu di bawah satu nama besar — Suku Dayak.”
Beliau menegaskan bahwa hanya melalui persatuan, masyarakat Dayak akan diperhitungkan oleh negara sebagai kekuatan moral, sosial, dan budaya yang mampu berkontribusi nyata bagi NKRI. “Kalau kita bersatu, negara akan melihat bahwa Dayak adalah kekuatan bangsa. Kita ingin anak-anak muda Dayak bisa mengisi ruang-ruang strategis, baik di instansi pemerintah maupun swasta,” ujarnya tegas.
Marthin Billa juga menegaskan komitmen MADN untuk terus menjadi wadah pemersatu bagi seluruh masyarakat Dayak di Indonesia. “MADN akan selalu berdiri di garis depan untuk memastikan Dayak bersatu, berdaulat, dan berkontribusi bagi Indonesia yang maju,” pungkasnya. Perayaan HUT TNI ke-80 bukan hanya peristiwa kebangsaan, tetapi juga tonggak sejarah bagi masyarakat Dayak. Dari Monas, suara gong, hentakan kaki penari, dan sorak semangat peserta menjadi simbol bahwa Dayak hadir untuk negeri — bukan sekadar penjaga adat, tetapi mitra strategis dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan kemajuan bangsa.“Semoga semangat ini terus hidup. Mari kita terus bersatu dan melangkah bersama membangun negeri di bawah panji merah putih,” tutup Marthin Billa dengan penuh optimisme.
Jakarta, 7 Oktober 2025 Sekretariat MADN Reporter: Tim Redaksi Sekretariat MADN




