24.9 C
Singkawang
More
    BerandaBeritaPuteri Dayak Sintang Tampil Memukau di Sabah

    Puteri Dayak Sintang Tampil Memukau di Sabah

    Sabah, detikborneo.com – Menurut Kepala Dinas Pemuda olahraga dan pariwisata  Ekonomi Kreatif, Dr. Hendrika, S.Sos.M.Si, dalam rangka memperingati hari Orang Asal Sedunia (The Symposium to Commenorating Indegenous People Day), yang berlangsung di Kadazan dusun cultural Association (KDCA) Sabah pada tanggal 8-9 agustus 2023 lalu,  Pemda Kabupaten Sintang hadir memenuhi undangan tersebut.

    Duta Pendidikan Kalbar tahun 2018, Rufina Sekunda,S.Pd sebagai peserta mengatakan bahwa kegiatan ini di prakarsai oleh  Majelis Hal Ehwal Anak Negeri Sabah (MHEANS) Lembaga Kebudayaan Negeri Sabah (LKNS) Isntitut Kajian Orang  Asal Borneo UMS (BORIS). Sebagai yang ditunjuk oleh pihak Pemerintah daerah Kabupaten Sintang, dirinya mendapat satu kesempatan untuk memaparkan bagaimana Anak muda Dayak membawa identitas dalam era global.

    Sebagai seorang Wanita Dayak asal Akcaya 1 Sintang berdarah Mualang-Uut Danum yang  juga guru bahasa Inggris di SMPN 7  Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang ini, mengatakan  bahwa di era saat ini, skill 21st  competencies yang harus dimiliki putera-puteri  Dayak, tegas Alumni Fkip UNTAN ini. Dalam memperkenalkan Budaya Dayak kabupaten Sintang di Sabah tersebut, Rufina Sekunda tampil energik dan memukau dihadapan peserta dengan mengangkat tema “Collaborative” Kolaborasi mempromosikan , dan menggunakan identitas budaya karya hasil budaya dari nenek moyang yaitu “TENUN IKAT DAYAK“ Sintang.

    Dalam presentasenya, Rufina  menjelaskan bagaimana perempuan Dayak di abad 21  tetap bisa membawa identitas Dayak dalam dunia global. Tenun ikat sintang yang merupakan kain tradisional suku Dayak Desa (rumpun Ibanic) yang ada di kabupaten  Sintang, berhasil dan digunakanya untuk memajukan ekonomi kreatif  Kabupaten sintang Kalimantana Barat, ungkap Rufina.

    Dalam event ini, kami berkolaborasi yakni ; Rufina sekunda dari @i.n.a. Creatif Sintang, Firdaus Rinaldi dari FW. Modelling School, Dikta Dari Dikta Tenun). Kami di kabupaten Sintang mengedepankan nilai kolaborasi sebagai kempetensi utama anak muda Dayak, yang diilhami dan bersumber dari nilai-nilai (values)  pada pola bertani berladang dengan tahapan ; Mulai dari nebas, Nunu (bakar) lahan ladang, Nugal (nanam) padi, Menyiangi (membabau/membuang) rumput disekelingi padi, Menganyi (panen) padi, Menjemur padi, Menumbuk padi menjadi beras dan pulut (ketan), dan akirnya sebagai wujud syukur kepada Petara (Tuhan Yang Maha Esa) masyarakat Dayak melaksanakan Gawai (pesta)  padi yang disebut “Nyelapat Taun (Tahun)”.

    Menurut Rufina, bahwa mencintai identitas budaya, dirinya bangga dengan kekayaaan budaya yang ada, serta mampu berkolaborasi (bersama) dengan ratusan wanita Dayak sebagai  penenun, penjahit dan teman-teman modelling untuk menghasilkan label lokal yang berdaya nilai usaha, dan saat ini karya usaha kami sudah bisa di pasarkan keseluruh wilayah Indonesia, bahkan ke berbagai negara seperi ; Italia, Jerman, Belanda, Australia, Filipina, Singapura, Malaysia, Papua NewGuniea,ungkapnya.

    Albertus salah seorang peserta yang ikut mengatakan, bahwa presentasi dan penampilan yang dibawakan Rufina Sekunda dari Sintang Sebagai Narasumber sangat memukau para peserta di 3 negara, bahasa Inggrisnya sempurna,standar dan lancar. Di moment seperti ini rupanya Dayak Kalimantan menguasai Bahasa Inggris nya tidak kalah, tegas Albertus yang juga salah satu peneliti Dayak ikut dalam kegiatan itu. (vestg-tembawai kelohkak). (Viktor/Rd)

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini