
Jakarta, detikborneo.com – Penunjukan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Kapolres Tangerang Selatan sejak Januari 2026 mendapat apresiasi luas dari masyarakat adat Dayak. Perwira menengah Polri ini merupakan putra Dayak asal Kalimantan Tengah dengan rekam jejak panjang dan prestasi menonjol di bidang penegakan hukum.
Baca juga: Presiden MADN Apresiasi Putra Dayak Kalteng AKBP Boy Jumalolo Jabat Kapolres Tangerang Selatan
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Tamunan Kiting, S.E., M.M., Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta yang juga Direktur Bank Victoria, serta sama-sama berasal dari Kalimantan Tengah. Ia mengaku bangga sekaligus terharu mengetahui adanya putra Dayak dari daerah yang sama mampu menorehkan prestasi terbaik dan dipercaya negara memimpin wilayah strategis seperti Tangerang Selatan.

“Sebagai sesama putra Kalimantan Tengah, saya merasa bangga dan terharu. Ini membuktikan bahwa putra Dayak mampu tampil unggul, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Tamunan Kiting.
Baca juga: Rapat Kerja Pengurus DAD DKI Jakarta, Tamunan Kiting Apresiasi Semua Pengurus
AKBP Boy Jumalolo diketahui lahir di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Dalam perjalanan pendidikannya, ia pernah menempuh pendidikan kuliah di Faklutas Tehnik Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan kedinasan di Akpol dan karier panjang di Kepolisian Republik Indonesia.
AKBP Boy Jumalolo resmi menjabat Kapolres Tangerang Selatan menggantikan AKBP Victor D.H. Inkiriwang berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781 B/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025. Sebelumnya, ia dikenal luas saat bertugas sebagai Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kariernya, AKBP Boy Jumalolo pernah dipercaya menjadi Delegasi Indonesia pada kegiatan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam forum Conference of the States Parties to the United Nations Convention against Corruption (UNCAC) COSP 10 di Atlanta, Amerika Serikat. Ia juga mengikuti comparative study dengan sejumlah lembaga penegak hukum internasional, antara lain FBI Atlanta Field Office, MLARS, GBI, serta U.S. Attorney Northern District of Georgia.
Baca juga: DAD DK Jakarta Meriahkan Pameran Kebudayaan HUT Hotel Borobudur
Sejumlah perkara besar pernah ditanganinya, termasuk kasus Pengadaan E-KTP, gratifikasi dan TPPU pejabat Mahkamah Agung RI, perkara di Kementerian Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, hingga kasus suap proyek infrastruktur di berbagai daerah. Dalam perkara E-KTP, kerugian negara tercatat mencapai lebih dari Rp2,31 triliun, termasuk proses upaya ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura melalui kerja sama lintas lembaga dan lintas negara.
Tamunan Kiting berharap, keberhasilan AKBP Boy Jumalolo dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda Dayak, khususnya dari Kalimantan Tengah, untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi integritas, serta mengabdi bagi bangsa dan negara.
“Prestasi ini adalah kebanggaan kita bersama. Teruslah melangkah dengan semangat juang, dedikasi, dan integritas tinggi,” pungkasnya. (Bajare007).






