Home / Wisata / Pulau Terkecil di Dunia ada di Singkawang Kalbar
Pulau di Kalimantan Barat Jadi Terkecil di Dunia, di Singkawang Cuma Ada 2 Pohon Kelapa

Pulau Terkecil di Dunia ada di Singkawang Kalbar

Pulau di Kalimantan Barat Jadi Terkecil di Dunia, di Singkawang Cuma Ada 2 Pohon Kelapa

Jakarta, detikborneo.com – Hai warganet, khususnya kamu masyarakat Kalimantan Barat, tahukah kamu di mana pulau terkecil di dunia?

Ternyata jawabannya adalah di Indonesia, tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat lho.

Pulau terkecil di dunia masuk wilayah administrasi Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Dari Kota Singkawang, hanya memakan waktu tempuhnya hanya 15 menit. Sementara jika anda dari Pontianak, butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai ke pulau ini.

Gelarnya sebagai pulau terkecil di dunia sudah diakui dan dicatat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.

Namanya adalah Pulau Simping. Semula bernama Pulau Kelapa Dua, karena dulunya hanya ada 2 pohon kelapa menjulang di tengah pulau.

Pulau Simping ini hanya memiliki luasnya 2.023 meter persegi atau kurang dari 0,5 hektare saja. Dari kejauhan, bentuknya seperti gundukan pasir dan batu-batuan dengan pepohonan rimbun di atasnya.

Posisinya ada di perairan dangkal pantai Mak Jantu. Pulau Simping dulunya berpenghuni, karenanya masuk dalam pendataan. Namun karena abrasi parah, warga Pulau Simping pun memilih pindah.

Abrasi tersebut yang membuat luasan Pulau SImping semakin mengecil. Saat ini, Pulau Simping menjadi bagian dari wisata Sinka Island Park.

Untuk menuju ke pulau, sudah dibangun jembatan penghubung bagi pejalan kaki. Di Pulau Simping terdapat kuil kecil yang biasa digunakan umat Tionghoa untuk beribadah.

Wisatawan juga bisa menikmati keindahan panorama lautan dan pantai teluk Mak Jantu yang memukau. (Rd)

 

detikborneo

About detikborneo

Check Also

Jakarta, detikborneo.com - Ketua Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) wilayah Jakarta barat Rudito, S.M akan sowan ke beberapa warga baru yang berada diwilayah Jakarta Barat. Hal itu di katakan saat dirinya memberikan paparan dalam malam kebersamaan dalam rangka fellowship warga FDKJ Korwil Jakarta Barat di Carita Anyer 28-29 September 2023. Rudi mengtakan banyak warga Dayak Kalbar di perantauan yang masih belum tersentuh dan bergabung Bersama FDKJ. Informasi yang didapatinya jika kesibukan kerja membuat orang-orang Dayak repot untuk bergabung dan berkumpul bersma-sama.

Fellowship FDKJ Korwil Jakarta Barat, Rudi: Kita Sowan ke Warga dan Ajak Mereka Gabung Bersama Kita

Jakarta, detikborneo.com – Ketua Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) wilayah Jakarta barat Rudito, S.M …

Bupati Buka Expo Sintang 2022  

Sintang, Detikborneo.com – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH didampingi Wakil Bupati …

Hutan Kalimantan dan Kenangan Terindahnya

| Penulis: Deodatus Kolek Suatu sore saya bercerita dengan beberapa bapak di teras pastoran Paroki …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *